Rencana Khusus: Lotte Chemical prioritaskan pasokan untuk industri hilir domestik

Lotte Chemical Prioritaskan Pasokan untuk Industri Hilir Domestik

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis, Lotte Chemical Indonesia (LCI) mengungkapkan komitmen untuk menjaga ketersediaan bahan baku bagi industri dalam negeri, meski menghadapi tekanan dari gangguan rantai pasok global akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Perubahan Rute dan Penyesuaian Operasional

Keluhan terkait kesulitan pasokan bahan baku utama seperti nafta dan LPG telah berdampak pada industri petrokimia nasional. Direktur Management Support LCI, Cho Jin-Woo, menjelaskan bahwa hambatan logistik di Selat Hormuz memaksa perusahaan mengambil langkah adaptif untuk mencari sumber alternatif.

“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, prioritas kami adalah memastikan keberlanjutan pasokan bagi industri lokal. Kami terus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk meminimalkan dampak gangguan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, LCI melakukan penyesuaian skala produksi, terutama karena perubahan rute pengadaan bahan baku. “Perusahaan masih beroperasi, tetapi dengan penurunan tingkat produksi karena adanya penghalang logistik. Kami mengevaluasi setiap hari agar situasi tetap terpantau secara transparan,” tambah Cho.

Dukungan Strategis dari Pemerintah

Sebagai bagian dari upaya mengatasi tekanan pasokan, LCI mengusulkan beberapa kebijakan kepada pemerintah, termasuk sederhanan regulasi impor bahan baku, penerapan tarif impor nol persen untuk LPG, serta bantuan fiskal sementara untuk menstabilkan biaya operasional.

Cho juga berharap adanya peningkatan akses jalur aman bagi kapal yang mengangkut bahan baku, yang kini terjebak di Selat Hormuz. Menurutnya, dukungan ini krusial untuk memperkuat ketahanan industri nasional dalam jangka panjang.

Kebijakan Pemerintah untuk Stabilitas Industri

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong diversifikasi bahan baku dan pemanfaatan daur ulang guna menjaga kelangsungan produksi plastik di tengah tekanan global.

Menanggapi fluktuasi harga dan pasokan bahan baku plastik, Agus menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah memengaruhi rantai pasok industri petrokimia, khususnya komoditas nafta yang menjadi dasar produksi plastik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *