Solving Problems: Kemenekraf dukung pengembangan IP lokal berbasis pengalaman

Kemenekraf Dorong Pengembangan IP Lokal Berbasis Pengalaman

Solving Problems – Jakarta, Antara – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat komitmen dalam memperluas berbagai bentuk kekayaan intelektual (IP) lokal, khususnya melalui pendekatan pengalaman. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa IP tidak hanya terbatas pada pelatihan talenta atau konten digital, tetapi juga bisa diwujudkan melalui ruang-ruang kreatif yang inovatif, imersif, serta bernilai ekonomi. Ia menambahkan, dengan mengubah kreativitas menjadi pengalaman fisik, industri kreatif lokal tidak hanya mampu menghasilkan nilai ekonomi baru, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi muda menjadi pribadi tangguh dan adaptif.

Pengembangan IP Lokal Berbasis Pengalaman

Dalam kunjungan ke pembukaan Wonderlab di Senayan City, Jakarta, Senin, Riefky mengungkapkan bahwa ruang pengalaman seperti Wonderlab dapat menjadi model bisnis yang patut diapresiasi dalam industri ekonomi kreatif. “Kita perlu menghadirkan kreativitas sebagai wujud nyata yang bisa memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi tempat bersosialisasi bagi anak-anak,” ujar Riefky. Ia menjelaskan, ruang ini bukan hanya sekadar tempat bermain, tetapi juga sarana untuk melatih kemampuan fisik, mental, dan kognitif secara seimbang.

Kemenekraf menilai, pendekatan ini memiliki potensi besar dalam mengembangkan IP lokal yang berbasis pengalaman. Tidak hanya mendorong inovasi di bidang teknologi dan desain, pendekatan ini juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam merasakan manfaat dari ekonomi kreatif. Dengan menggabungkan teknologi dan aktivitas interaktif, Wonderlab berperan sebagai contoh nyata bagaimana IP lokal bisa menjadi daya tarik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

“Ketika industri kreatif lokal mampu menerjemahkan kreativitas menjadi ruang fisik imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga membangun tempat di mana generasi masa depan bisa tumbuh tangguh dan adaptif,” kata Riefky.

Wonderlab, yang dikembangkan oleh PT Wonder World Entertainment, menghadirkan konsep baru dalam pendidikan melalui pengalaman bermain. Destinasi ini menjadi pertama di Indonesia yang menggabungkan teknologi projection mapping dengan aktivitas fisik untuk menciptakan lingkungan edukatif yang menyenangkan. Menurut Riefky, inisiatif serupa berpotensi menjadi salah satu arah pengembangan produk ekraf Indonesia di masa depan.

Wonderlab bukan hanya ruang untuk bersenang-senang, tetapi juga tempat yang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Ia menegaskan bahwa aktivitas fisik serta pengalaman imersif bisa menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri anak-anak dalam menghadapi tantangan. “Ini tidak hanya playground, tetapi juga melatih fisik, lalu menumbuhkan keterampilan berpikir dan eksplorasi,” lanjut Riefky. Selain itu, tempat ini juga menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, serta memiliki karakter IP yang ditampilkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.

Inovasi di Wonderlab

Wonderlab, yang dirancang dengan filosofi “mens sana in corpore sano” (jiwa yang sehat dimulai dari tubuh yang sehat), menggabungkan elemen teknologi canggih dan desain interaktif. Tidak hanya menyediakan zona petualangan imersif, Wonderlab juga menampilkan Wonder Class multidisiplin untuk anak usia 1–8 tahun. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pengembangan akademik, motorik, dan kognitif anak-anak secara simultan.

Satu dari sekian fasilitas unik yang ditawarkan adalah kolam bola interaktif yang berisi 320.000 bola. Kolam ini menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta dan menghadirkan pengalaman bermain yang menantang namun menyenangkan. Teknologi mekatronik dan desain multisensori yang digunakan dalam pengembangan Wonderlab menunjukkan bagaimana IP lokal bisa menjadi paduan antara inovasi teknologi dan kreativitas budaya.

“Wonderlab hadir untuk mengembalikan keseimbangan antara perkembangan akademik dan fisik anak-anak. Ini adalah ruang di mana mereka bisa bergerak, berpikir, mencoba, bahkan gagal lalu mencoba lagi, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berani, tangguh, adaptif, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” kata CEO Genexyz, Belinda Luis.

Belinda Luis menambahkan, Wonderlab bertujuan memberikan pengalaman yang holistik bagi anak dan praremaja. Dengan menyediakan berbagai aktivitas, tempat ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. “Kombinasi antara teknologi projection mapping dan aktivitas gerak diharapkan bisa menginspirasi anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan kreativitas,” ujarnya.

Menurut Belinda, inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat lokal, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi pengembangan IP di sektor lain. Wonderlab berpotensi menjadi ruang yang mendorong kolaborasi antara produsen ekraf dan pemangku kepentingan lainnya. “Dengan menerapkan pendekatan berbasis pengalaman, kita bisa menciptakan produk yang lebih menarik dan bermakna bagi masyarakat,” kata Belinda.

Wonderlab juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan karya-karya lokal yang inovatif. Fasilitas seperti zona petualangan imersif dan kolam bola interaktif menunjukkan bagaimana kreativitas bisa diwujudkan dalam bentuk ruang fisik yang menarik. Riefky mengatakan, Kemenekraf akan terus mendukung pengembangan semacam inisiatif untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional.

Menurut Riefky, pengalaman bermain yang terintegrasi dengan teknologi memiliki dampak positif dalam membangun kebiasaan positif di kalangan anak-anak. “Kita perlu menciptakan ruang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya. Wonderlab dianggap sebagai contoh yang baik dalam menerapkan konsep ini.

Para pengelola Wonderlab berharap, tempat ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan IP lain di Indonesia. Dengan memadukan aspek kreatif dan teknologi, Wonderlab mampu menghadirkan pengalaman yang tidak terlupakan bagi pengunjung. Riefky menegaskan, Kemenekraf akan terus berupaya untuk memberikan dukungan penuh kepada inisiatif serupa.

Wonderlab menjadi bukti bahwa IP lokal bisa menciptakan ruang baru yang bernilai ekonomi dan sosial. Dengan menyediakan berbagai aktivitas yang menantang dan menyenangkan, tempat ini memperkuat peran ekonomi kreatif dalam membentuk karakter generasi muda. Menurut Belinda, pengembangan Wonderlab juga menunjukkan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk mendorong kreativitas anak-anak.

Menyambut pembukaan Wonderlab, Riefky menyatakan bahwa tempat ini merupakan langkah penting dalam membangun ekonomi kreatif Indonesia. “Kita perlu terus berinovasi agar produk ekraf bisa bersaing di tingkat internasional sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya. Dengan kombinasi antara teknologi dan pengalaman bermain, Wonderlab diharapkan menjadi pusat pengembangan IP lokal yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *