Gubernur Sumut: ASN tetap jaga profesionalisme di tengah Piala Dunia 2026
Bobby Nasution Ingatkan ASN di Sumut Tetap Profesional Saat Piala Dunia 2026 Digelar
Gubernur Sumut – Medan, 9 Juni 2026 – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menekankan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut mempertahankan sikap profesional meski tengah berlangsung Piala Dunia 2026. Acara besar ini, yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, diperkirakan akan mengalihkan fokus masyarakat ke dunia sepak bola. Bobby menyatakan, ASN tidak boleh menggunakan jadwal pertandingan sebagai alasan untuk mengurangi kinerja. “Jangan alasannya sakit. Nanti alasannya karena begadang,” kata Bobby setelah memberikan arahan kepada peserta kuliah kerja dalam negeri (KKN) perwira siswa pendidikan reguler LV Sekolah Staf dan Komando (Sektor) TNI di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/6).
Peliputan Media dan Penontonan Sepak Bola
Bobby mengingatkan bahwa meski acara olahraga internasional ini menjadi sorotan utama, tugas ASN dalam memberikan layanan publik tetap harus menjadi prioritas. “Jangan alasan sakit tidak kerja, tahunya begadang nonton bola,” tegasnya. Ia menekankan bahwa ASN dapat menikmati pertandingan sepak bola empat tahunan tersebut, asalkan tetap mempertimbangkan kebutuhan tugas. Direkomendasinya, ASN menyaksikan pertandingan sesuai dengan negara yang didukung, tanpa mengorbankan efisiensi kerja.
“Kalau bisa, kalau ada negara kesukaannya yang mau didukung ya nontonnya sesuai kebutuhan saja, jangan sampai mengganggu kerja,” ujarnya.
Piala Dunia 2026, yang akan dimulai pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026, menjadi momen penting bagi penonton di Indonesia. Menurut laporan dari laman resmi FIFA yang dipantau di Jakarta, Senin (25/5), pertandingan pembuka akan diadakan di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, pukul 02.00 WIB. Sementara, pertandingan final akan berlangsung di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026, dengan waktu yang sama. Kedua jadwal tersebut memerlukan penyesuaian waktu kerja ASN di Sumut, terutama yang bekerja di bidang pelayanan publik.
Struktur dan Komposisi ASN Pemprov Sumut
Data Badan Kepegawaian Provinsi Sumut tahun 2025 menunjukkan bahwa total ASN di lingkungan Pemprov Sumut mencapai 36.036 orang. Angka ini terdiri dari 20.897 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 15.139 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bobby menyatakan bahwa jumlah ini menunjukkan tanggung jawab besar yang diemban ASN dalam menjalankan tugas di tengah kesibukan Piala Dunia. “ASN harus bisa mengatur waktu dengan bijak agar tidak terganggu oleh acara tersebut,” tambahnya.
Bobby menggarisbawahi bahwa profesionalisme ASN tidak hanya terlihat dalam kerja hariannya, tetapi juga dalam kemampuan mengelola rutinitas di luar jam kerja. Ia mencontohkan, banyak ASN terbiasa menghadapi situasi di mana kegiatan pribadi dan tugas resmi saling tumpang tindih. Namun, dalam Piala Dunia 2026, ia mengimbau agar ASN tidak sampai melalaikan tanggung jawab karena kesibukan menonton pertandingan.
Kontribusi Media dan Konten Lokal
Dalam konteks ini, TVRI, stasiun televisi milik pemerintah Indonesia, menjadi salah satu media utama yang menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026. Bobby menyebut bahwa sejumlah media lokal, termasuk Kantor Berita ANTARA (LKBN ANTARA), telah menyiapkan tim peliput untuk meliputkan kejuaraan tersebut secara langsung. “Konten lokal seperti peliputan oleh ANTARA akan menjadi penopang informasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kebutuhan untuk tetap menjaga kinerja ASN juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal. Bobby menekankan bahwa seiring tingginya minat masyarakat terhadap Piala Dunia, ASN harus mampu memenuhi harapan warga tanpa mengorbankan kualitas kerja. Ia menambahkan bahwa selama berlangsungnya acara tersebut, pemerintah daerah diharapkan bisa memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam sektor yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pembukaan, Bobby juga menyoroti peran ASN dalam menjaga konsistensi layanan di tengah permintaan informasi yang meningkat. Ia mengingatkan bahwa kejuaraan sepak bola ini akan berlangsung di waktu yang tidak biasa, dengan pertandingan bisa berlangsung hingga dini hari. “ASN perlu siap secara fisik dan mental untuk menghadapi jadwal kerja yang berubah,” jelasnya. Ia meminta ASN menyesuaikan diri dengan kemungkinan jam kerja yang lebih fleksibel, namun tetap memprioritaskan tugas resmi.
Tantangan dan Peluang di Tengah Kebahagiaan
Piala Dunia 2026 diharapkan bisa menjadi momen yang mendorong ASN Sumut untuk menunjukkan komitmen terhadap pekerjaan. Bobby menyatakan bahwa meski ada kebahagiaan dan antusiasme masyarakat, ASN harus tetap menjadi contoh dalam menjaga disiplin. “Kita ingin ASN tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bobby menyebut bahwa kehadiran tim peliput media lokal seperti ANTARA dan TVRI akan membantu masyarakat mengikuti peristiwa sepak bola secara rutin. Ia berharap ASN juga bisa memanfaatkan informasi dari peliputan tersebut untuk meningkatkan efisiensi kerja, misalnya dengan mempercepat proses pengambilan keputusan atau memperbaiki komunikasi dengan masyarakat.
Dengan adanya Piala Dunia, Bobby menegaskan bahwa ASN Sumut perlu menyesuaikan pola kerja agar tidak terganggu oleh kesibukan menonton. “Tantangan utamanya adalah mengatur waktu begadang tanpa mengurangi kualitas tugas,” jelasnya. Ia mengimbau agar ASN bisa menonton pertandingan secara terencana, seperti mengatur jadwal nonton di hari libur atau waktu istirahat yang seharusnya diberikan.
Sebagai akhir dari pembekalan, Bobby memberikan pesan bahwa profesionalisme ASN adalah penjamin keberhasilan pembangunan daerah. “Dalam situasi apapun, ASN harus tetap menjadi pilar yang stabil,” ujarnya. Ia menutup pembicaraan dengan harapan bahwa ASN Sumut bisa menyeimbangkan antusiasme masyarakat dengan kinerja yang tetap berkualitas.