Latest Program: PG Meritjan Kediri serap tebu target peroleh rendemen 7,5 persen

PG Meritjan Kediri Dimulai Menggiling Tebu, Target Rendemen Capai 7,5 Persen

Latest Program – Kediri, Jawa Timur, menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk memulai operasi penggilingan tebu pada musim giling 2026. Pabrik Gula Meritjan Kediri, salah satu unit usaha di bawah PT Pertamina (Persero), telah mengawali proses pengumpulan tebu dari para petani secara intensif. Pabrik ini memiliki ambisi untuk mencapai tingkat rendemen tebu sebesar 7,5 persen, yang menjadi prioritas utama dalam menjalankan aktivitas musim giling tahun ini.

Target Volume dan Rendemen yang Ditetapkan

General Manager PG Meritjan Kediri, Tites Agung Priyono, menjelaskan bahwa pabrik tengah fokus pada peningkatan produksi tebu untuk mendukung target volume giling sebanyak 2,5 juta kuintal. “Kami sudah memulai kegiatan giling 2026, dengan harapan mampu memenuhi rencana tersebut,” tuturnya. Ia menambahkan, target ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pabrik hanya mampu menggiling sebanyak 2,2 juta kuintal. Dengan peningkatan ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pasar serta mendukung program swasembada gula nasional.

“Kami mematok target volume tebu giling mencapai 2,5 juta kuintal dengan angka rendemen rata-rata 7,5 persen,” ujar Tites di Kediri, Sabtu (tanggal 2026-04-09). Dalam menjalankan target tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kualitas tebu yang masuk ke pabrik tetap memenuhi standar.

Dalam rangka mencapai target, PG Meritjan Kediri juga mendorong kerja sama yang lebih intensif dengan petani. Menurut Tites, para petani tebu telah menunjukkan antusiasme yang tinggi, termasuk dalam memastikan hasil panen mereka sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku. “Kami memohon doa restu kepada lingkungan masyarakat sekitar dan pemangku kebijakan, agar seluruh proses giling berjalan lancar serta karyawan diberi keselamatan,” lanjutnya.

Program Pemerintah dan Koordinasi dengan Petani

Program CPCL (Calon Petani Calon Lahan) yang dicanangkan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan giling 2026. Program ini memberikan bantuan kepada para petani dalam meningkatkan produktivitas tebu, terutama melalui kegiatan bongkar ratoon yang telah dimulai sejak tahun lalu. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pabrik dan para petani, serta meningkatkan kualitas tebu yang masuk.

Secara bersamaan, PG Meritjan Kediri juga melakukan persiapan teknis yang komprehensif. Salah satunya adalah pengujian mesin menggunakan uap (general steam test) di seluruh stasiun penggilingan. “Kekompakan dengan petani mencapai 99,03 persen, yang menjadi indikator kuat bahwa mereka siap mendukung target pabrik,” jelas Tites. Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan komunikasi dengan para petani, baik melalui rapat rutin maupun kunjungan langsung ke lokasi penghasil tebu.

Persiapan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan. Tites menegaskan bahwa kesuksesan giling 2026 bergantung pada kolaborasi yang harmonis antara pabrik, masyarakat sekitar, dan pemerintah. “Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, kami yakin target yang ditetapkan bisa tercapai,” imbuhnya.

Kesiapan Petani Tebu dan Standar Operasional

Sebagai pelaku utama dalam proses produksi gula, para petani tebu juga menunjukkan kesiapan yang baik. Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan Kediri, Mahmud Pujianto, menyatakan bahwa seluruh anggota APTR telah berkomitmen untuk mengirim tebu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Semua petani berkomitmen mengirim tebu yang memenuhi kriteria manis, bersih, dan segar (MBS), sehingga mampu memberikan hasil maksimal,” katanya.

“Kami kompak dan semoga giling 2026 PG Meritjan sukses,” ujar Mahmud. Ia menambahkan, kesiapan para petani tidak hanya terlihat dari kuantitas tebu yang disumbangkan, tetapi juga kualitasnya. Dengan mengikuti SOP, diharapkan tidak ada hambatan dalam pengolahan tebu di pabrik.

Proses giling 2026 dimulai dengan doa bersama yang dihadiri oleh manajemen pabrik, tokoh masyarakat, dan petani binaan. Acara ini dianggap sebagai langkah simbolis untuk memperkuat ikatan antara para pemangku kepentingan dalam industri gula. “Doa ini menjadi penyemangat bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk karyawan yang akan menjalankan operasi sehari-hari,” terang Tites.

Dalam beberapa bulan terakhir, PG Meritjan Kediri telah melakukan pemantauan terhadap kesiapan petani. Pihaknya juga menyediakan pelatihan tentang teknik perawatan tebu dan pemanenan agar hasil panen dapat optimal. “Selain dukungan dari pemerintah, koordinasi intensif dengan petani menjadi kunci keberhasilan ini,” kata Mahmud. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pabrik terus meningkat karena konsistensi dalam memberikan hasil yang berkualitas.

Harapan dan Persiapan untuk Swasembada Gula

Target 7,5 persen rendemen ini menjadi bagian dari upaya PG Meritjan Kediri untuk mendukung swasembada gula. Dengan hasil produksi yang lebih tinggi, pabrik berharap mampu memenuhi kebutuhan nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekspor gula. “Swasembada gula adalah tujuan yang ingin kami capai, melalui peningkatan produksi dan kualitas gula,” ungkap Tites.

Untuk memastikan proses giling berjalan lancar, PG Meritjan Kediri juga melakukan evaluasi rutin terhadap semua sistem produksi. Pemantauan ini dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi potensi hambatan serta menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi terkini. Selain itu, pihaknya terus meningkatkan efisiensi operasional, terutama dalam pengelolaan bahan baku dan pengurangan limbah.

Adanya keterlibatan aktif dari masyarakat sekitar juga menjadi aset penting bagi pabrik. Dukungan dari lingkungan sekitar, seperti partisipasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan, membantu mempercepat proses penggilingan. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dari masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Tites. Ia menambahkan, doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat akan menjadi bantuan tambahan dalam mencapai target yang ditetapkan.

Dengan semua persiapan yang telah dilakukan, PG Meritjan Kediri optimistis akan mampu memenuhi target volume giling 2026. Harapan mereka adalah bahwa keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi pabrik gula lainnya di Indonesia, serta menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencapai swasembada gula. “Kami yakin, dengan komitmen yang telah terbentuk, target 2026 bisa tercapai dengan baik,” pungkas Tites.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *