Special Plan: China-Indonesia perkuat kerja sama lewat program pelatihan SDM
China dan Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Melalui Program Pendidikan dan Pelatihan SDM
Special Plan – Di Jakarta, pada Kamis malam (11/6), Pemerintah Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan dan pertukaran kapasitas yang telah menjangkau ribuan peserta dari berbagai latar belakang. Acara tersebut merupakan Temu Alumni Program Kerja Sama Teknis Indonesia-China, yang dihadiri oleh ratusan lulusan pelatihan, pejabat pemerintah, serta mitra strategis dari kedua negara. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 76 tahun hubungan persahabatan Indonesia-China.
Kemitraan yang Berkelanjutan dan Berbagai Bidang Kunci
Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok terus berkembang secara komprehensif, menurut Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Politik dan Hubungan Masyarakat, Sari Harjanti, yang mewakili Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. “Alumni program bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga menjadi jembatan penting antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya dalam pidato pada acara tersebut. Sari menjelaskan bahwa penguatan SDM menjadi bagian integral dari upaya kolaborasi yang mencakup sektor perdagangan, investasi, infrastruktur, energi, pendidikan, serta peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Program peningkatan kapasitas menjadi salah satu elemen kunci dalam membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara,” tambah Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Wang menyatakan bahwa selama lebih dari dua dekade terakhir, lebih dari 4.000 warga Indonesia telah mengikuti program pelatihan dan kunjungan ke Tiongkok, mulai dari aparatur sipil negara hingga kepala desa. Peningkatan partisipasi ini menunjukkan ketertarikan yang semakin tinggi terhadap peluang pembelajaran dan pertukaran pengalaman internasional, serta kepercayaan terhadap efektivitas kerja sama bilateral.
Banyaknya Peserta dan Fokus pada Pelatihan Tiongkok
Dalam empat tahun terakhir, jumlah peserta pelatihan yang berasal dari Indonesia terus meningkat. Pada 2023, sekitar 600 orang mengikuti program pelatihan internasional, dan angka ini melonjak menjadi hampir 1.600 peserta dalam periode 2025-2026. Mayoritas peserta berasal dari program yang diselenggarakan pemerintah Tiongkok, yang mencakup 38 program gelar dan 135 program non-gelar di berbagai bidang strategis seperti ekonomi, teknologi, dan manajemen pembangunan.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Tiongkok untuk mendukung pertumbuhan kapasitas SDM Indonesia. Duta Besar Wang menegaskan bahwa program pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan proyek-proyek kolaboratif akan terus ditingkatkan guna memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat kedua negara. Pemerintah Tiongkok, kata dia, berupaya menyelaraskan kebutuhan pelatihan dengan prioritas pembangunan Indonesia.
Pengalaman Alumni dan Manfaat untuk Pembangunan Nasional
Dalam acara tersebut, sejumlah alumni program membagikan pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan di Tiongkok. Beberapa bidang yang menjadi fokus program meliputi energi bersih, pengembangan desa, pengentasan kemiskinan, manajemen kawasan industri, serta transformasi digital. Mereka menilai bahwa program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan profesional, tetapi juga membuka jaringan kerja sama yang dapat diterapkan dalam proyek pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia.
Menurut Sari Harjanti, program pelatihan tersebut berperan penting dalam memperkuat kapasitas SDM Indonesia, seiring dengan peningkatan minat aparatur dan masyarakat terhadap peningkatan kualifikasi mereka. “Kita melihat peningkatan signifikan dalam partisipasi peserta, yang mencerminkan kepercayaan terhadap manfaat jangka panjang dari kerja sama ini,” kata dia. Sari menyoroti bahwa program-program yang diluncurkan selama dua dekade terakhir menjadi fondasi untuk membangun kekuatan sumber daya manusia yang kompeten dan berorientasi global.
Peran Alumni dalam Menghubungkan Kedua Negara
Sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, alumni program pelatihan Teknis Indonesia-China berperan aktif dalam membangun koneksi antar masyarakat. “Mereka adalah utusan nyata dari Indonesia yang telah berpengalaman di Tiongkok, dan kehadiran mereka di acara ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kerja sama,” ujar Sari. Lebih dari 1.600 alumni yang hadir menghadiri sesi diskusi, serta membagikan wawasan tentang pengalaman mereka di berbagai sektor.
Kebutuhan pelatihan yang semakin tinggi di Indonesia juga didukung oleh penyesuaian program dengan kebutuhan nasional. Duta Besar Wang mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menyediakan lebih dari 173 program pelatihan bagi pejabat Indonesia sejak 2024 hingga Mei 2026. Program ini mencakup bidang-bidang kritis seperti pengelolaan lingkungan, teknologi informasi, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Angka ini menunjukkan komitmen Tiongkok untuk mendukung pengembangan kapasitas SDM Indonesia secara berkelanjutan.
Kelanjutan dan Visi untuk Masa Depan
Wang Lutong menekankan bahwa keberlanjutan program pelatihan akan menjadi prioritas Tiongkok dalam menghadapi tantangan global. “Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menciptakan kerangka kerja yang lebih luas untuk pembangunan bersama,” ujarnya. Duta Besar mengharapkan bahwa alumni program akan terus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, kebijakan ekonomi, dan inovasi di Indonesia.
Dalam konteks peringatan 76 tahun hubungan persahabatan Indonesia-China, acara tersebut menjadi ajang untuk meninjau kemajuan yang telah dicapai serta menggali potensi kerja sama masa depan. “Kita berharap program ini terus berkembang, dan alumni akan menjadi penghubung utama antara dua bangsa,” tambah Wang. Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk kebijakan ekonomi, teknologi, dan pertukaran budaya, guna menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pertukaran SDM dan peningkatan kapasitas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hubungan Indonesia-China. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kepercayaan dan kerja sama yang lebih erat. Sari Harjanti menegaskan bahwa peran alumni sangat krusial dalam memastikan program ini terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.
Sebagai penutup, Duta Besar Wang menyoroti bahwa kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun akan terus diperkuat, termasuk dalam upaya menangani isu-isu global seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi. “Kita yakin bahwa program pelatihan ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan, dan alumni akan menjadi bukti nyata dari kerja sama yang sukses,” tuturnya. Temu alumni ini menjadi momentum penting untuk meninjau kembali komitmen kedua negara dalam meningkatkan SDM dan membangun masa depan yang lebih baik bagi kedua bangsa.