Latest Program: Kemkomdigi latih talenta digital SMK guna buka peluang kerja di daerah

Inisiatif Kemkomdigi untuk Membangun Talent Digital Lokal

Latest Program – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan upaya strategis untuk menciptakan tenaga digital yang dapat berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah. Dalam rangkaian kegiatan pelatihan, kementerian ini berfokus pada peningkatan kemampuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pembekalan teknis jaringan fiber optik. Latihan ini dilaksanakan di SMK Multi Karya, Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari rencana nasional untuk memperluas akses internet serta membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Program Pelatihan Jaringan Fiber Optik SMK

Dalam acara pelatihan yang dihadiri oleh sekitar 40 peserta, Kemkominfo menggandeng SMK Multi Karya Medan dan SMK Negeri 4 Medan untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis praktik. Peserta mendapatkan pembelajaran tentang instalasi, penyambungan (splicing), pengujian, hingga pemeliharaan jaringan fiber optik sesuai standar industri. Selain itu, kementerian juga menyerahkan perangkat instalasi fiber optik kepada kedua lembaga pendidikan tersebut sebagai alat pembelajaran berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID), program ini bertujuan untuk mendukung pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional. Dengan adanya tenaga kerja terampil dari kalangan SMK, Kemkominfo berharap bisa mengurangi ketergantungan pada tenaga dari luar daerah. Upaya ini dirasa penting mengingat teknologi telekomunikasi saat ini bergerak pesat menuju era fiber optik yang memerlukan tenaga profesional untuk mengoperasikan dan memelihara sistem jaringan.

“Ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi dikirim tenaga kerjanya dari Jawa atau daerah lain,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid dalam acara pelatihan tersebut. Ia menjelaskan bahwa potensi talenta digital lokal sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja baru di wilayah masing-masing.

Strategi Pemerintah Meningkatkan Koneksi Internet

Meutya Hafid menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang infrastruktur digital akan terus meningkat seiring masyarakat Indonesia yang semakin bergantung pada internet. Menurutnya, data menunjukkan rata-rata pengguna internet di Indonesia mencapai delapan jam per hari. Dari total sekitar 230 juta pengguna, sekitar 60 hingga 70 persen merupakan kelompok usia muda yang aktif memanfaatkan teknologi.

Kebutuhan ini mendorong Kemkominfo untuk memperluas jaringan internet hingga menjangkau daerah terpencil. Dengan menyediakan pelatihan teknis, pemerintah berupaya menghasilkan tenaga kerja yang mampu membangun, merawat, dan memperbaiki infrastruktur telekomunikasi secara mandiri. “Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut,” tegas Meutya.

Kebutuhan SDM Terampil dalam Pembangunan Infrastruktur

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkominfo, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa pengembangan jaringan digital tidak hanya bergantung pada perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten. “Penggeluran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga SDM. Karena itu, kami melihat pelatihan seperti ini sangat penting untuk menyiapkan tenaga yang mampu mendukung pengembangan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Wayan juga menyoroti peran SMK dalam menghasilkan tenaga vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan pelatihan ini, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran akan pentingnya teknologi digital dalam perekonomian nasional. “Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini telah memasuki era dominasi fiber optik yang membuka peluang bisnis dan usaha baru di berbagai daerah,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa program pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai target penetrasi layanan fixed broadband hingga 50 persen dari populasi Indonesia pada periode 2025–2029.

Capaian dan Tantangan Masa Depan

Saat ini, capaian penetrasi layanan fixed broadband baru mencapai sekitar 25 persen dari populasi. Untuk menutupi kesenjangan ini, Kemkominfo menekankan pentingnya keterlibatan SMK dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika sektor digital. “Karena jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala,” tutur Wayan Toni Supriyanto.

Selain pelatihan tatap muka, peserta juga diberikan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang disediakan DJID. Platform ini memungkinkan pembelajaran terus berlangsung secara mandiri, baik secara langsung maupun jarak jauh. Dengan adanya LMS, Kemkominfo berharap siswa SMK dapat mengembangkan pengetahuan teknis lebih lanjut, termasuk pemahaman tentang keterkaitan jaringan digital dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Program pelatihan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Kementerian ini yakin bahwa dengan mengembangkan keterampilan siswa SMK, akan tercipta generasi muda yang mampu berkontribusi secara langsung dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia. Selain itu, peserta pelatihan juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam bidang usaha yang berkembang pesat, seperti layanan internet, penyediaan jaringan, dan pengembangan teknologi lainnya.

Kemkominfo berharap, pelatihan ini dapat menjadi pondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterampilan digital. Dengan mampu memperbaiki dan memelihara infrastruktur, siswa SMK tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pembangunan digital. Upaya ini dirasa sangat relevan mengingat perkembangan teknologi memerlukan adanya SDM yang terlatih dan adaptif terhadap perubahan.

Dalam konteks nasional, pelatihan jaringan fiber optik SMK bertujuan untuk mengurangi kesenjangan akses internet di berbagai wilayah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan kualitas SDM, kementerian ini berharap bisa mempercepat proses digitalisasi dan menciptakan peluang kerja yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Wayan Toni Supriyanto menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur digital sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Penggeluran infrastruktur digital tidak hanya soal perangkat dan kabel, tetapi juga sumber daya manusia. Karena itu, kami melihat pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *