Key Discussion: Upaya kemenpar kembangkan destinasi favorit di luar Bali
Upaya Kemenpar Perkuat Destinasi Wisata di Luar Bali
Key Discussion – Jakarta – Kementerian Pariwisata terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada Bali sebagai pusat utama pariwisata. Upaya ini mencakup pengembangan berbagai paket wisata tematik yang menitikberatkan pada aspek gastronomi, wellness, bahari, atau pelayaran, serta budaya dan seni lokal. Tujuan utama dari strategi tersebut adalah memperkuat daya tarik 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), termasuk Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri), dalam menarik minat wisatawan internasional.
“Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari, atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan. Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yaitu Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri),” kata Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Dalam upaya ini, Kemenpar telah membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra strategis, agen perjalanan, dan operator perjalanan (TA/TO). Kolaborasi ini dilakukan melalui berbagai program, seperti penjualan paket wisata yang menawarkan pengalaman unik, pertemuan bisnis untuk mempromosikan potensi destinasi, serta kunjungan wisata pengenalan atau fam trip yang bertujuan membangun kesadaran tentang daya tarik lokasi tujuan. Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan layanan pariwisata di daerah lain, sehingga mendorong pengunjung untuk beralih atau menambah destinasi kunjungan.
Rapat Kerja DPR Dorong Diversifikasi Wisata
Strategi pengembangan destinasi di luar Bali diluncurkan sebagai respons atas permintaan Komisi VII DPR, yang menekankan perlunya diversifikasi sektor pariwisata nasional. Dalam rapat kerja bersama Kemenpar pada Rabu (3/6), anggota DPR meminta pemerintah untuk tidak hanya memfokuskan pada Bali, tetapi juga mengembangkan destinasi lain yang memiliki potensi unik. Hal ini dilakukan demi mengurangi risiko ketergantungan ekonomi pada satu titik destinasi saja, terutama di tengah dinamika perubahan selera wisatawan.
Kemenpar menjelaskan bahwa selain fokus pada 10 DPP dan 3 DPR, program ini juga mencakup penguatan kerja sama dengan pemangku kepentingan lokal dan nasional. Dengan menggandeng perusahaan-perusahaan pariwisata, Kemenpar berupaya memastikan promosi yang lebih efektif dan menciptakan paket layanan yang kompetitif. Misalnya, dalam program penjualan paket wisata, ada upaya untuk mengintegrasikan keunikan budaya, alam, dan makanan khas daerah menjadi daya tarik utama.
Destinasi Utama yang Dikembangkan
Beberapa destinasi yang menjadi prioritas pengembangan termasuk Lombok-Gili Tramena, Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Wilayah ini secara aktif ditawarkan sebagai pilihan alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda dari Bali. Selain itu, destinasi seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Manado-Likupang, Bangka-Belitung, Raja Ampat, Wakatobi, dan Morotai juga mendapat perhatian khusus dalam strategi promosi. Kemenpar memastikan bahwa masing-masing destinasi memiliki elemen unik yang bisa menjadi daya tarik utama, seperti keindahan alam, kekayaan sejarah, atau keunikan budaya.
Dalam konteks ini, Kemenpar juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan layanan di destinasi yang sedang dikembangkan. Dengan meningkatkan kualitas pengalaman wisata, seperti ketersediaan akomodasi, transportasi, dan fasilitas pendukung, kota-kota dan daerah yang tergabung dalam DPP dan DPR diharapkan mampu menarik minat wisatawan internasional secara signifikan. Upaya ini tidak hanya memperkaya pilihan destinasi nasional, tetapi juga membantu mendorong perekonomian daerah-daerah yang sebelumnya kurang dikenal secara luas.
Kunjungan Wisman ke 10 DPP
Dalam beberapa bulan terakhir, Kemenpar mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Destinasi seperti Lombok-Gili Tramena, Bromo-Tengger-Semeru (BTS), dan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan tercatat sebagai lokasi dengan pertumbuhan pengunjung terbesar. Sementara itu, Labuan Bajo, Danau Toba, Manado-Likupang, Bangka-Belitung, Raja Ampat, Wakatobi, serta Morotai juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung, terutama karena promosi yang lebih intensif dan peningkatan kualitas layanan.
Kemenpar menyatakan bahwa kerja sama dengan mitra kerja, agen perjalanan, dan operator perjalanan menjadi kunci sukses program ini. Dengan memanfaatkan kekuatan pemasaran bersama, destinasi di luar Bali bisa lebih dikenal dan menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Indonesia. Selain itu, Kemenpar juga memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, bantuan teknis, serta insentif bagi pelaku usaha pariwisata di daerah tujuan.