BNPB: Sisa pembakaran sampah picu kebakaran 20 Ha lahan di Sabu Raijua
BNPB: Sisa Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran 20 Ha di Sabu Raijua
BNPB – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kebakaran lahan yang menghanguskan luas 20 hektare di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga disebabkan oleh sisa pembakaran sampah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam wawancara di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa kondisi cuaca kering yang diiringi angin kencang mempercepat penyebaran api, sehingga lahan yang terbakar menjadi lebih luas. Menurut dia, penyebab kebakaran tersebut diidentifikasi melalui hasil kaji cepat yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama tim gabungan. Ia menegaskan bahwa sisa pembakaran sampah menjadi titik awal peristiwa kebakaran ini.
Kebakaran Melahap Dua Desa
Menurut Abdul Muhari, kebakaran lahan melanda wilayah administrasi dua desa, yakni Desa Eimau dan Desa Eilode, yang terletak di Kecamatan Sabu Tengah. Dalam laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB, kobaran api mulai terdeteksi melahap vegetasi di lahan kering tersebut sejak Kamis (11/6) siang. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran warga setempat, karena api bisa saja merembet ke pemukiman yang berdekatan.
“Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah, yang kemudian terbawa angin, sehingga menyebar dan memicu kebakaran luas,” ujar Abdul Muhari.
Kebakaran ini tidak hanya mengancam kehutanan tetapi juga memengaruhi ekosistem lokal. Lahan kering yang terbakar berpotensi mengurangi ketersediaan air tanah, merusak tanah pertanian, serta mengganggu kehidupan satwa liar yang tinggal di daerah tersebut. Dengan luas kebakaran mencapai 20 hektare, dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah setempat harus segera bergerak untuk mengendalikan api sebelum meluas ke wilayah lain.
Respons Cepat Tim Penanggulangan
Mendapat laporan kedaruratan, personel BPBD Kabupaten Sabu Raijua langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya lokalisasi dan pemadaman titik api. Dalam operasi tersebut, tim reaksi cepat BPBD bekerja sama aktif dengan unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah terkait, serta kelompok masyarakat peduli api binaan setempat. Kemitraan antarlembaga menjadi kunci sukses dalam upaya memadamkan api sebelum mencapai titik kritis.
Pemadaman dilakukan dengan berbagai metode, seperti pembuatan alur pengamanan, penambahan titik pembuangan sampah, serta penggunaan alat pemadam yang dipasok dari berbagai sumber. Meski kondisi cuaca tidak memungkinkan air hujan turun, upaya lokalisasi berhasil membatasi area yang terbakar. Namun, tindakan pencegahan harus dilakukan secara lebih intensif untuk menghindari penyebaran kembali.
Peringatan untuk Masyarakat
Berikutnya, BNPB memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat memasuki musim kemarau. Perusahaan atau individu yang melakukan aktivitas pembakaran sampah atau membuka lahan secara sembarangan berisiko menimbulkan bencana yang lebih besar. Muhari menekankan bahwa kebakaran lahan bukan hanya membahayakan lingkungan tetapi juga mengancam kehidupan manusia di sekitarnya.
Imbauan tersebut juga menyasar kegiatan pertanian yang sering menggunakan pembakaran untuk mengeringkan tanah. Meski efektif, metode ini perlu diawasi secara ketat, terutama di daerah rawan kekeringan. Dengan semangat kolaborasi, BNPB dan pihak terkait berharap masyarakat lebih proaktif dalam mencegah kejadian serupa. Penyebab kebakaran yang diduga berasal dari sisa pembakaran sampah menunjukkan bahwa perbuatan sederhana bisa memicu krisis yang besar.
Sebagai langkah pencegahan, BNPB juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program pengendalian api. Keterlibatan kelompok masyarakat peduli api binaan setempat menjadi bagian penting dari upaya ini. TNI dan Polri turut andil dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran yang melanggar peraturan. Dengan adanya kerja sama yang solid, kejadian kebakaran seperti ini dapat diminimalkan.
Kebakaran lahan di Sabu Raijua memberi pelajaran berharga bagi masyarakat daerah lain yang memiliki risiko serupa. Pemerintah daerah diimbau untuk melakukan sosialisasi lebih intensif mengenai bahaya pembakaran sembarangan, terutama di musim kemarau. Selain itu, pendirian pusat pengendalian kebakaran dan pengadaan sumber daya di lapangan juga diperlukan untuk memastikan respons cepat dalam situasi darurat.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sabu Raijua, api yang melahap lahan kering tersebut bergerak cepat dan sulit dikendalikan dalam beberapa jam. Meski berhasil dikuasai, tindakan pencegahan masih menjadi prioritas untuk mencegah kemungkinan api kembali menyebar. BNPB menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan teknis ke pihak setempat.
Sebagai penutup, kejadian ini menjadi contoh bagaimana kelalaian kecil bisa mengakibatkan kerusakan besar. Pembakaran sampah yang tidak terencana bisa berdampak serius, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, BNPB yakin bahwa krisis seperti ini dapat dihindari. Keterlibatan pihak eksternal, seperti TNI, Polri, dan lembaga penanggulangan bencana, menjadi aspek penting dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan di Sabu Raijua.