Yang Dibahas: PM Kanada berjanji kurangi ketergantungan militer pada AS
PM Kanada Berkomitmen Kurangi Ketergantungan Militer pada AS
Istanbul, Sabtu (11/4) – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan rencana pemerintahnya untuk memperkecil ketergantungan jangka panjang dalam pengadaan dan belanja militer pada Amerika Serikat. Ia menyampaikan pernyataan ini selama acara konvensi Partai Liberal di Montreal, yang direspons oleh audiens dengan antusiasme tinggi, seperti yang dilaporkan oleh CTV.
“Masa di mana 70 persen anggaran militer kami dialokasikan ke Amerika Serikat telah berakhir,” kata Carney dalam pidatonya.
Dalam menyampaikan visi ini, Carney menekankan pentingnya kebebasan ekonomi dan solidaritas nasional. Ia menjelaskan bahwa rencana pemerintah bertujuan meningkatkan penggunaan bahan baku serta tenaga kerja lokal dalam proyek pertahanan masa depan. “Kami akan membangun Kanada yang kuat dengan baja, aluminium, kayu, dan pekerja asli negara ini,” tegasnya.
Pernyataan Carney juga menyentuh kenaikan ketegangan perdagangan dengan Washington, khususnya tarif yang diberlakukan saat presiden Donald Trump memimpin pemerintahan. Ia menyebut tarif tersebut sebagai ancaman utama terhadap kebijakan pertahanan nasional. Meski demikian, Carney menegaskan bahwa tantangan utama tetap adalah mempertahankan persatuan dan kepentingan bersama.
Kebijakan “Buy Canadian” yang diperkenalkan PM Kanada menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat komunitas di seluruh wilayah negara. Dengan inisiatif ini, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal. Ia juga menegaskan target ekspor non-AS yang akan meningkat dua kali lipat dalam waktu sepuluh tahun.
Komentar tersebut muncul setelah Kantor Perwakilan Dagang AS mengkritik pendekatan pengadaan militer Kanada dan menyebutnya sebagai hambatan dalam perdagangan. Strategi pertahanan terbaru Kanada bertujuan mengembangkan kerja sama dengan mitra global di luar AS, termasuk negara-negara di Uni Eropa dan Inggris.
Dalam konteks ini, hampir separuh dari produksi pertahanan Kanada dijual ke luar negeri. Saat ini, sekitar 69 persen dari total ekspor tersebut dikirim ke AS serta negara-negara anggota Five Eyes. Aliansi intelijen Five Eyes, yang mencakup Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, awalnya dibentuk pada era Perang Dunia II dan kini menjadi jaringan pertukaran intelijen terdekat di dunia, terutama di bidang keamanan, pertahanan, dan pengawasan global.