Solusi untuk: AS tak akan hambat akses kapal selain ke Iran
AS tak akan hambat akses kapal selain ke Iran
Dalam pernyataan terbaru, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz akan diterapkan terhadap kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan negara-negara selain Iran. Langkah ini diumumkan setelah pihak militer AS memutuskan untuk memulai tindakan pembatasan akses ke pelabuhan Iran setelah perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran tidak mencapai kesepakatan.
Blokade tersebut akan memengaruhi semua kapal yang masuk dan keluar dari wilayah pesisir Iran, mulai pukul 10.00 waktu Washington, Senin. Selama beberapa jam setelah pengumuman itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa angkatan laut negaranya sedang mempersiapkan proses penutupan Selat Hormuz.
“Iran tidak bersedia meninggalkan ambisi nuklirnya, serta sengaja menolak membuka kembali jalur pelayaran global,” kata Trump melalui media sosial.
Pekan lalu, AS dan Iran telah sepakat untuk menghentikan konflik selama dua minggu. Namun, kesepakatan itu tidak mampu mengatasi perbedaan mengenai pembukaan kembali jalur air di Selat Hormuz dan isu-isu penting lainnya.
Dalam perundingan di Islamabad, Pakistan, Wakil Presiden J.D. Vance mengungkapkan bahwa pihaknya membawa proposal terakhir sebagai tawaran terbaik bagi Iran. Ia menyampaikan pernyataan itu setelah hampir 21 jam negosiasi, tanpa memberikan detail lengkap mengenai isinya.
Penghentian hampir total pengiriman melalui Selat Hormuz sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, telah mengganggu rantai pasokan global. Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak dan sumber daya penting lainnya melewati jalur maritim ini, yang vital bagi distribusi gas alam cair serta pupuk.