New Policy: Baznas RI-PP Persis perkuat kolaborasi kesejahteraan umat
Baznas RI dan PP Persis Perkuat Kerja Sama untuk Kesejahteraan Umat
New Policy – Jakarta, Antara – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia terus menggencarkan upaya kolaborasi dengan Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) Persis. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pemberdayaan umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang lebih terarah. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan menciptakan program-program yang berdampak luas, khususnya dalam memperkuat basis pilar umat dan memastikan manfaat zakat sampai kepada mustahik secara optimal.
Kolaborasi antara Baznas dan LAZ Persis, kata Sodik, menjadi bagian dari delapan strategi utama Baznas periode 2026–2031. Strategi tersebut mencakup perluasan ekosistem pengelolaan zakat, penguatan manajemen digital, pelatihan kompetensi amil zakat, serta pengembangan jaringan kerja sama lintas sektor. Dalam pernyataannya, Sodik menyoroti pentingnya fokus pada peningkatan kesejahteraan umat dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam upaya memastikan distribusi zakat lebih merata dan berkelanjutan.
“Sinergi Baznas dan LAZ Persis akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi kesejahteraan umat. Kita perlu menetapkan program prioritas yang menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Sodik Mudjahid.
Program-program yang diusung, menurut Sodik, tidak hanya sekadar memberikan bantuan langsung, tetapi juga berupaya mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai alat pemberdayaan. Ia menyebut bahwa kemitraan dengan LAZ Persis akan menjadi ruang untuk menyusun inisiatif yang mengakar pada kebutuhan lokal. Beberapa program seperti peningkatan kompetensi amil zakat atau transformasi digital juga menjadi penopang strategi Baznas dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.
Kerja sama antara Baznas dan PP Persis telah berjalan sejak tahun 2020. Upaya ini mencakup berbagai bentuk bantuan, seperti beasiswa bagi peserta didik dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. KH Jeje Zaenudin, Ketua Umum PP Persis, menilai manfaat dari kerja sama tersebut sangat nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas peluang bagi calon pemimpin umat. “Bantuan dari Baznas telah membantu banyak mahasiswa dalam mencapai prestasi akademik, bahkan beberapa di antaranya telah menghasilkan karya yang bisa diterbitkan dalam bentuk buku,” katanya.
“Program beasiswa yang dikembangkan LAZ Persis, bekerja sama dengan Baznas, memberikan dampak signifikan. Mereka tidak hanya memperkuat kemandirian pemuda, tetapi juga membangun generasi umat yang lebih berdaya,” ucap Jeje Zaenudin.
Jeje Zaenudin mengungkapkan, keberhasilan program beasiswa telah membuktikan bahwa kerja sama antara Baznas dan LAZ Persis bisa menjadi model efektif dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dana, tetapi juga pelatihan, mentorship, dan akses ke jaringan ekonomi yang lebih luas. Program ini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lulusan sarjana, dengan harapan mereka bisa menjadi pilar utama dalam pembangunan masyarakat.
Menurut Jeje, salah satu program yang paling berdampak adalah Program Umat Pintar. Program ini bertujuan membangun kompetensi intelektual dan spiritual umat Islam, terutama dalam menghadapi tantangan modernisasi. “Kami melihat bahwa masyarakat membutuhkan bantuan tambahan, terutama dalam hal pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan peningkatan kualitas rumah layak huni,” lanjutnya.
“Kolaborasi yang telah terjalin sejak 2020 menunjukkan potensi yang sangat baik. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan umat di berbagai aspek kehidupan,” tutur Jeje Zaenudin.
Jeje menambahkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program pemberdayaan UMKM semakin meningkat, terutama dalam konteks ekonomi yang terus berubah. Ia menyebut bahwa bantuan rumah layak huni juga menjadi prioritas, karena banyak masyarakat kota dan pedesaan masih mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal. “Kami berharap Baznas dapat terus mendukung LAZ Persis dalam menyusun program-program baru yang relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini,” ungkapnya.
Sodik Mudjahid menegaskan bahwa strategi Baznas untuk periode 2026–2031 mengedepankan penguatan kapasitas amil zakat dan ekosistem distribusi zakat. Hal ini bertujuan agar zakat tidak hanya menjadi sumber dana, tetapi juga alat penggerak bagi perubahan sosial yang lebih dalam. “Kerja sama dengan LAZ Persis menjadi salah satu kunci dalam mengakselerasi tujuan ini,” jelas Sodik.
Menyambut masa depan, Sodik dan Jeje sepakat bahwa kolaborasi antara Baznas dan PP Persis perlu diperkuat lagi. Mereka menilai bahwa dengan komitmen bersama, program-program yang dikembangkan bisa lebih efektif dalam mencapai target peningkatan kesejahteraan umat. “Kami percaya bahwa dengan sinergi yang baik, Baznas dan LAZ Persis bisa menjadi mitra strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik,” tambah Sodik.
Pemimpin Baznas RI juga menyebutkan bahwa pengelolaan zakat modern harus diimbangi dengan pendekatan partisipatif. Ini berarti masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan pengelolaan dana zakat. “Kami ingin menjadikan program-program ini sebagai platform untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Kerja sama ini tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada aspek spiritual masyarakat. Jeje Zaenudin menegaskan bahwa program-program LAZ Persis, selain beasiswa, juga mencakup pelatihan agama dan keterampilan keagamaan. “Kami berharap Baznas dapat terus mendukung inisiatif-inisiatif yang memadukan zakat dengan nilai-nilai keagamaan dan moralitas,” tuturnya.
Dengan pengembangan kerja sama yang lebih intensif, Baznas dan PP Persis berharap bisa memperluas jangkauan zakat dalam mendorong kesejahteraan umat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem zakat yang lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan. “Kita perlu terus berinovasi agar program-program yang dikelola bisa selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Sodik Mudjahid.