Massa pro-Iran terobos Konsulat AS di Karachi – sembilan tewas
Karachi, Pakistan: Massa Pro-Iran Serang Konsulat AS, 9 Orang Meninggal
Satu hari setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, pengunjuk rasa pro-Iran melakukan aksi penyergapan terhadap Konsulat AS di Karachi, Pakistan. Dalam peristiwa itu, sedikitnya sembilan orang tewas dan 40 orang lain terluka, menurut laporan terkini. Aksi kerusuhan terjadi saat massa bergerak menuju gedung konsulat yang berlokasi di bagian selatan kota tersebut.
Kepala Pusat Trauma di Rumah Sakit Sipil Karachi, Dr. Sabir Memon, mengungkapkan bahwa sembilan korban tewas akibat luka tembak dibawa ke fasilitas kesehatan itu. Sementara itu, 32 orang terluka dirawat di tempat yang sama, dan delapan lainnya dilarikan ke rumah sakit swasta oleh keluarga mereka. “Ada dua anggota polisi yang termasuk dalam jumlah korban luka,” tambah Dr. Summaiya Syed, seorang dokter kepolisian.
“Korban jiwa yang terjadi merupakan kesedihan besar bagi kami. Kami berharap para pengunjuk rasa bisa menyampaikan keinginan mereka dengan cara tenang,” kata pihak setempat.
Dalam aksi tersebut, ratusan massa berhasil memasuki kompleks konsulat, memecahkan jendela, serta menghancurkan sebagian ruang resepsionis. Video dari media sosial menunjukkan pengunjuk rasa juga membakar pos pemeriksaan polisi di luar konsulat dan meledakkan ban. Serangan serupa dilakukan di kota-kota lain seperti Lahore, di mana bentrokan antara polisi dan demonstran terjadi saat mereka mendekati kedutaan besar Amerika.
Di Islamabad, ibu kota Pakistan, pihak kepolisian mengambil langkah pencegahan dengan memblokade seluruh jalan menuju kawasan diplomatik, termasuk tempat konsulat dan kedutaan besar negara-negara asing lainnya. Sementara itu, pemerintah provinsi Sindh, yang beribu kota Karachi, membentuk komite khusus untuk menyelidiki bentrokan serta penyebab kematian para pengunjuk rasa.