Main Agenda: Emak Muda Bersatu sampaikan delapan poin penting dalam aksi damai di Monas
Emak Muda Bersatu Berikan Delapan Tuntutan dalam Aksi Damai di Monas
Main Agenda – Di tengah suasana yang tenang di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, ratusan perempuan yang mengenakan hijab merah berkumpul dalam aksi damai Senin lalu. Mereka mewakili kelompok Emak Muda Bersatu (EMB), yang mengklaim berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kehidupan anak-anak, keluarga, dan bangsa Indonesia. Koordinator Lapangan (Korlap) kelompok tersebut, Dewi, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan menyampaikan delapan poin penting yang dianggap perlu segera direspons oleh pemerintah.
Permintaan untuk Percepatan Undang-Undang Makan Bergizi Gratis
Dalam orasinya, Dewi menekankan pentingnya mempercepat pembahasan serta pengesahan Undang-Undang Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan anak-anak tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun masa depan bangsa. “Kebijakan MBG harus memiliki landasan hukum yang kuat agar bisa berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam
“Program ini menjadi prioritas karena menghubungkan kesehatan generasi muda dengan kualitas pangan yang layak.”
Penguatan Aturan Perampasan Aset Koruptor
Kelompok EMB juga meminta tindakan tegas terhadap koruptor melalui penandatanganan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor. Dewi menyoroti bahwa rakyat telah menunggu selama bertahun-tahun untuk adanya kebijakan yang mampu mengembalikan uang negara yang tercuri.
“Uang yang diambil oleh pelaku korupsi harus dialihkan ke kebutuhan masyarakat, bukan hanya dipakai untuk hukuman semata,”
katanya, menambahkan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada keadilan dalam penggunaan dana publik.
Dukungan untuk Koperasi Merah Putih
Poin ketiga menyoroti kebutuhan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bentuk pengembangan ekonomi masyarakat. Dewi menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu kelompok-kelompok kecil seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta ibu rumah tangga.
“Koperasi ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi secara bertahap,”
tegasnya, menggarisbawahi bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan upaya memperkuat daya beli dan pengelolaan dana secara lebih merata.
Penguatan Program Sekolah Rakyat
Di antara tuntutan yang disampaikan, Dewi juga mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat. Ia mengatakan bahwa kebijakan pendidikan ini sangat penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum memiliki akses pendidikan yang memadai.
“Program Sekolah Rakyat harus ditingkatkan agar lebih banyak anak Indonesia bisa menikmati kesempatan belajar yang layak,”
imbuhnya, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib generasi muda.
Percepatan Ketahanan Pangan dan Proyek Strategis Nasional
Dewi menyoroti ketersediaan pangan dan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama. “Ketahanan pangan dan proyek strategis nasional harus menjadi fokus utama untuk memastikan kesejahteraan rakyat,” katanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
“Program yang bermanfaat harus terus dipercepat agar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,”
tambahnya, menggarisbawahi urgensi kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan nasional.
Memperkuat Persatuan Bangsa
Dalam aksi tersebut, EMB juga menyuarakan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan pandangan. Dewi menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh digunakan sebagai alat memecah belah.
“Indonesia butuh kesatuan untuk terus berkembang, meskipun terdapat pandangan yang berbeda,”
ujarnya, menyatakan bahwa masyarakat harus berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Evaluasi Pejabat yang Tidak Optimal
Poin keenam menyoroti kebutuhan evaluasi terhadap pejabat pemerintah yang dianggap belum mampu menyelesaikan tugasnya secara maksimal. Dewi menekankan bahwa program yang baik tidak bisa berjalan tanpa pelaksana yang berkualitas.
“Kami menyarankan Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan terhadap menteri dan wakil menteri yang belum menunjukkan kontribusi signifikan,”
imbuhnya, menyatakan bahwa pergantian pejabat harus diiringi peningkatan kinerja yang nyata.
Dukungan untuk Kepemimpinan Prabowo dan Gibran
Dewi juga menyampaikan dukungan untuk keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Kami percaya program yang sedang berjalan harus dilanjutkan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan kontinu dari para pemimpin diperlukan agar perkembangan bangsa tetap stabil.
“Kepemimpinan yang berkelanjutan akan membawa perubahan yang lebih adil dan berkelanjutan,”
tegas Dewi, menjelaskan bahwa ini adalah langkah penting untuk memastikan kesetaraan dan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Peran Ibu-Ibu dalam Pembangunan Nasional
Menurut Dewi, aksi damai ini juga bertujuan menunjukkan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. “Ibu-ibu tidak hanya menangani urusan keluarga, tetapi juga aktif dalam menentukan arah kebijakan nasional,” kata perempuan yang aktif dalam berbagai isu sosial ini. Ia menegaskan bahwa suara masyarakat harus terus didengar, terutama dari kelompok perempuan yang sering dianggap tidak terlibat dalam polit