Key Discussion: Yusril minta mahasiswa jaga integritas saat mengkritik pemerintah

Key Discussion: Yusril Minta Mahasiswa Jaga Integritas Saat Mengkritik Pemerintah

Key Discussion – Jakarta, Selasa – Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk tetap menjaga integritas dalam mengkritik kebijakan pemerintah. Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi kritik yang dilakukan harus disertai prinsip dan tanggung jawab.

Integritas Sebagai Fondasi Kepemimpinan Masa Depan

“Saya mendukung Key Discussion mahasiswa dalam bersuara dan memberikan kritik. Namun, kritik ini harus didasari integritas yang kuat agar benar-benar bermanfaat untuk membangun bangsa,” ujar Yusril dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Menurut Yusril, integritas menjadi fondasi penting bagi mahasiswa yang suatu hari akan memimpin bangsa. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang dibangun di kampus harus dipertahankan, agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu saat menjalankan tugas publik.

Kritik Mahasiswa UBK: Contoh Pembelajaran Integritas

Sebelumnya, Yusril menyebutkan bahwa tindakan kritik dari mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menjadi contoh yang baik. Mahasiswa UBK dikabarkan menerima dana Rp20 juta setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, namun mereka tetap terbuka memberikan penjelasan dan meminta maaf kepada publik.

“Sebagai mantan aktivis, saya prihatin dengan situasi ini. Namun, Key Discussion mereka yang berterus terang mengakui kesalahan menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas,” kata Yusril dalam wawancara terpisah.

Menurut Yusril, kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa kebebasan berbicara tidak boleh dijadikan alasan untuk melanggar prinsip kejujuran. “Kritik yang murni dan tidak menutupi kebenaran adalah kunci untuk membangun demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Dalam Key Discussion ini, Yusril juga memuji peran mahasiswa sebagai pengkritik yang penuh semangat. Ia menilai, suara mereka tidak hanya membentuk opini publik, tetapi juga turut menentukan arah pembangunan bangsa.

Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Demokrasi

Yusril menambahkan bahwa kritik yang diungkapkan mahasiswa UBK menunjukkan bagaimana Key Discussion bisa diimbangi dengan kejujuran. Ia mengatakan, pengakuan mereka terhadap penerimaan dana tersebut menunjukkan kesadaran untuk tidak menutupi fakta, meski tujuannya untuk memperbaiki situasi.

“Mahasiswa adalah bagian dari kekuatan sosial yang mampu memengaruhi perubahan. Kritik yang mereka sampaikan bisa menjadi bentuk perjuangan yang bersih dan jujur,” ujarnya.

Yusril juga berharap mahasiswa tetap tegar menjaga prinsip, karena ini menjadi modal utama untuk mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin di masa depan. “Jangan mudah terpengaruh oleh faktor eksternal saat memberikan kritik,” tegasnya.

Dalam Key Discussion ini, Yusril mengingatkan bahwa kritik yang cerdas dan tulus bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan. “Kita perlu memastikan bahwa suara mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk protest, tetapi juga alat untuk memperbaiki sistem,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *