Latest Update: DLH-Perkimhub Trenggalek gelar uji emisi gratis kendaraan bermotor
DLH dan Perkimhub Trenggalek Lakukan Uji Emisi Gratis untuk 250 Kendaraan
Latest Update – Di Kota Trenggalek, Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Perkimhub) mengadakan program uji emisi kendaraan secara gratis. Acara ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Juni 2026, di Alun-alun Trenggalek, dengan melibatkan 250 unit kendaraan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di wilayah tersebut.
Pelaksanaan dan Tujuan Uji Emisi
Menurut Ariyoga Widyasetyo Wahono, yang menjabat Pelaksana Tugas Sekretaris DLH Trenggalek, kegiatan ini terpusat pada 200 sepeda motor dan 50 mobil. “Kami ingin mengetahui tingkat kepatuhan kendaraan terhadap standar baku mutu emisi,” jelasnya. Ariyoga menambahkan bahwa jumlah target 250 kendaraan telah tercapai karena minat masyarakat tergolong besar. “Karena antusiasme warga tinggi, semua kuota berhasil terpenuhi,” ujarnya.
“Target uji emisi hari ini sebanyak 250 kendaraan dan seluruh kuota berhasil terpenuhi karena antusiasme masyarakat cukup tinggi,” kata Ariyoga.
Uji emisi ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung sepanjang bulan Juni 2026. Rangkaian kegiatan awalnya diawali dengan aksi penanaman pohon di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan desa pada 5 Juni. Setelahnya, dilakukan pengarahan virtual bersama Menteri Lingkungan Hidup serta kegiatan pembersihan pantai di Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo. Semua aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan lingkungan.
Pengaruh Uji Emisi pada Kualitas Udara
Hasil uji emisi akan menjadi dasar evaluasi untuk menilai seberapa baik kendaraan-kendaraan tersebut memenuhi standar emisi. Ariyoga menjelaskan bahwa data ini penting dalam upaya mengendalikan polusi udara di Trenggalek. “Dari sini, kita bisa mengetahui kepatuhan kendaraan terhadap baku mutu dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi dampak negatifnya,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa rekapitulasi dan analisis data masih dalam proses penyusunan sebelum disampaikan secara resmi.
Kendaraan yang diuji emisinya diperiksa secara menyeluruh untuk mengukur kadar polutan seperti hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat. Ariyoga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengidentifikasi kendaraan yang tidak memenuhi standar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki kinerja kendaraan mereka. “Ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang peran kendaraan dalam menambah kualitas udara,” imbuhnya.
Kisah Peserta dan Manfaat Program
Satu dari peserta, Sutrisno Sayoko (59), mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga. “Saya jadi tahu kondisi motor yang digunakan sehari-hari,” ungkapnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar hidrokarbon pada sepeda motornya cukup tinggi, sehingga petugas merekomendasikan agar kendaraan tersebut segera menjalani servis rutin. “Setelah diperiksa, saya memahami kebutuhan untuk mengoptimalkan performa motor agar emisinya lebih baik,” lanjut Sutrisno.
Program ini juga berupaya untuk menumbuhkan kebiasaan servis berkala di kalangan pengendara. Ariyoga menyampaikan bahwa beberapa peserta secara langsung mendapatkan saran teknis dari petugas, seperti perawatan mesin atau penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari perubahan kecil yang berdampak besar,” katanya.
Pembagian Bibit Pohon sebagai Apresiasi
Sebagai bentuk penghargaan, panitia memberikan bibit pohon produktif kepada peserta uji emisi. Bibit tersebut meliputi durian Musang King dan alpukat, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan ekosistem lokal. Kegiatan ini menargetkan 50 peserta pertama yang mengikuti uji emisi. Ariyoga menjelaskan bahwa penanaman pohon adalah bagian dari strategi pengurangan emisi, karena pohon berperan penting dalam menyerap karbon dioksida.
Ariyoga juga menyebutkan bahwa kegiatan ini berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. “Kami siapkan fasilitas yang memadai, termasuk alat uji emisi dan tenaga teknis untuk membantu warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan semakin meningkat seiring berjalannya rangkaian kegiatan. “Ini menunjukkan bahwa warga Trenggalek antusias dalam mendukung upaya penanggulangan polusi udara,” pungkas Ariyoga.
Langkah Masa Depan dan Dukungan Komunitas
Kegiatan uji emisi gratis ini diharapkan menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif. Ariyoga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan akan digunakan untuk evaluasi lebih lanjut, termasuk pengambilan kebijakan pengurangan emisi di tingkat daerah. “Kami akan memperluas program ini jika masyarakat tetap antusias,” tambahnya.
Sejumlah peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini. “Saya senang karena bisa menguji emisi motor tanpa biaya tambahan,” kata salah satu peserta. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin diadakan untuk memastikan kualitas udara tetap terjaga. Selain itu, banyak warga menilai bahwa penanaman pohon produktif menjadi penutup yang bermakna dari acara