Korban tewas akibat serangan AS di jembatan Iran capai 13 orang

Korban Tewas Akibat Serangan AS di Jembatan Iran Capai 13 Orang

Istanbul, 2 April 2024

Angka korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Jembatan B1 di Karaj, Iran, telah meningkat menjadi 13 orang, menurut laporan dari Kantor Berita Mahasiswa Iran yang mengutip pernyataan Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan, pada Sabtu.

“Korban yang kehilangan nyawanya akibat serangan Amerika-Israel di Jembatan B1, Provinsi Alborz, kini mencapai 13 orang,” ujar Daneshkuhan.

Menurut media, serangan tersebut terjadi pada Kamis pagi (2/4), menghancurkan jembatan utama yang berada di jalur utama Provinsi Alborz, Iran utara. Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa area terkena dampak, termasuk Jembatan B1, yang dijelaskan sebagai jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah.

Infrastruktur dan Korban Luka

Serangan mengakibatkan kerusakan signifikan pada jembatan yang sebelumnya menjadi bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan diresmikan segera. Media juga melaporkan adanya korban luka akibat serangan tersebut.

Korban kedua yang terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama disebut sebagai “serangan double tap” oleh militer Amerika, yaitu serangan yang menargetkan lokasi yang sama secara berulang. Saat tindakan kedua dilancarkan, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi untuk menangani korban, meskipun mereka dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi secara internasional.

Eskalasi Konflik Pasca 28 Februari

Ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang berlangsung sejak 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran telah membalas serangan dengan menargetkan negara-negara seperti Israel, Yordania, Irak, dan wilayah Teluk yang menampung pasukan Amerika. Serangan menggunakan drone dan rudal tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *