Kebijakan Baru: Barantin: Implementasi sistem e-Phyto RI jadi rujukan Kamboja
Barantin: Implementasi sistem e-Phyto RI jadi rujukan Kamboja
Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkapkan bahwa penggunaan sistem sertifikasi fitosanitari digital (e-Phyto) di tanah air menjadi referensi bagi negara tetangga, Kamboja, dalam menguatkan pengawasan terhadap perdagangan komoditas. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, berdasarkan laporan kunjungan yang dilakukan perwakilan General Directorate for Agronomy (GDA) Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) Kamboja ke Jakarta.
Kunjungan yang dilakukan oleh perwakilan Kamboja itu bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di bidang karantina dan peningkatan pengawasan terhadap aliran komoditas antar negara. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam penerapan sistem karantina berbasis teknologi digital.
“Kunjungan ini merupakan momen penting untuk mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang perkarantinaan serta penguatan sistem pengawasan terhadap lalu lintas komoditas antarnegara,” ujar Drama dalam pernyataannya, Jakarta, Rabu.
Drama menjelaskan bahwa sistem e-Phyto yang diterapkan Barantin memiliki peran strategis dalam mengendalikan masuk dan keluarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sekaligus menjaga keamanan dan kualitas pangan serta pakan. Ia menambahkan, penguatan sistem karantina tidak hanya menjaga keamanan di wilayah perbatasan, tetapi juga memastikan kelancaran perdagangan internasional serta meningkatkan daya saing produk nasional.
Sebagai bagian dari upaya modernisasi karantina, Barantin terus mendorong penerapan sistem yang terintegrasi, termasuk melalui implementasi e-Phyto. Perwakilan GDA MAFF Kamboja, Heng Chhun Hy, mengatakan bahwa sistem tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi perdagangan internasional.