Kebijakan Baru: Dirut Perum Bulog cek gudang di Ngawi pastikan stok beras aman
Dirut Perum Bulog Cek Gudang di Ngawi, Pastikan Stok Beras Aman
Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi ke gudang penyimpanan beras untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap stabil. Kebijakan dan pengelolaan Bulog dianggap efektif dalam menjaga pasokan beras, yang menurutnya mencerminkan kinerja pertanian Indonesia yang membaik.
Peningkatan Stok Mencapai Rekord Sejarah
Sejumlah gudang Bulog di Kecamatan Geneng, Ngawi, terlihat penuh dengan stok beras, menunjukkan pertumbuhan produksi pangan yang signifikan. “Kondisi gudang Bulog di Geneng ini menyiratkan produksi pangan nasional yang meningkat, serta kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan beras,” jelas Rizal.
“Stok beras 4,4 juta ton saat ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” kata Rizal, menjelaskan bahwa jumlah tersebut lebih tinggi dari target tahun sebelumnya sebesar 4,2 juta ton.
Dengan stok yang terus bertambah, Rizal memproyeksikan pasokan beras dapat mencapai 6 juta ton di akhir tahun 2026. “Kita masih punya waktu delapan bulan ke depan untuk menyerap gabah dan beras dari petani, sehingga ketersediaan pangan bisa terus meningkat,” tambahnya.
Faktor Penunjang Kenaikan Produksi
Berkelanjutan meningkatnya serapan gabah dan beras oleh Bulog diungkapkan Rizal terkait berbagai stimulus. Penurunan harga pupuk membuat para petani lebih aktif dalam budidaya, sementara kebijakan harga pembelian gabah kering panen yang di atas pasar juga mendorong produksi. “Harga Rp6.500 per kilogram menjadi penggerak utama bagi petani,” ujarnya.
Kementerian Pertanian, kata Rizal, juga memberikan dukungan melalui pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memadai. “Ini menjadi momentum kebanggaan bangsa Indonesia, karena kita sudah mandiri dalam produksi beras dan jagung,” lanjutnya.
Pastikan Kualitas dan Kebutuhan Nasional
Dalam kunjungan ke Ngawi, Rizal menekankan bahwa beras dalam gudang tetap terjaga kualitasnya, baik yang telah disimpan lebih dari setahun maupun yang baru beberapa bulan. “Stok nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, meski ada risiko gangguan iklim seperti El Nino,” tegasnya.
Selain memastikan stok, Rizal juga melaksanakan panen raya musim tanam pertama 2026 di Desa Baderan, Geneng. Pemilihan Ngawi sebagai lokasi pemantauan dipertimbangkan karena wilayah ini tergolong lumbung pangan nasional dengan produksi gabah kering giling (GKG) tahunan mencapai sekitar 770 ribu ton.