Kebijakan Baru: HIMKI dorong pengembangan hub distribusi, sikapi dinamika global

HIMKI dorong pengembangan hub distribusi, sikapi dinamika global

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia sebagai pusat produksi furnitur global melalui peningkatan proses hilirisasi kayu dan penguatan kompetitivitas industri nasional. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa sektor mebel dan kerajinan merupakan contoh utama hilirisasi yang strategis, karena memiliki daya kerja tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak ganda pada pertumbuhan ekonomi lokal. “Industri furnitur juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung ke pasar global dengan nilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS. Dalam lima tahun mendatang, Indonesia diperkirakan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin di bidang desain dan keberlanjutan,” ujarnya.

Kondisi global memengaruhi industri mebel

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, telah mengubah kondisi sektor mebel dan kerajinan yang bergantung pada rantai pasok internasional. Ia menjelaskan bahwa hambatan logistik, keterlambatan pengiriman, serta kehati-hatian pembeli dalam transaksi pembayaran menjadi indikator bahwa perubahan politik global berdampak pada ekonomi dalam negeri. “Barang tertahan, pengiriman tertunda, dan ritme pembayaran melambat,” katanya.

“Yang kita hadapi bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi pergeseran lanskap global. Kekuatan industri kini ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap ketidakpastian, bukan hanya kapasitas produksi,” tambah Sobur.

Strategi adaptasi dengan pembentukan hub baru

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, HIMKI mendorong strategi adaptasi dengan memperluas pasar ekspor dan membangun jalur distribusi alternatif. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu dan memperpendek rantai pasok. Salah satu inisiatif konkret yang sedang digencarkan adalah pembangunan pusat distribusi di Eropa, Amerika Serikat, serta Kanada. “HIMKI sedang mendorong pembentukan hub di tiga kawasan tersebut sebagai bagian dari strategi menengah. Ini bukan sekadar ekspansi, tetapi upaya membangun sistem distribusi yang lebih stabil dan responsif terhadap perubahan global,” jelasnya.

Sobur menekankan bahwa keberhasilan inisiatif ini memerlukan dukungan pemerintah, baik dalam bentuk kebijakan, pembiayaan, maupun diplomasi perdagangan. Ia optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi erat antara pemerintah dan pengusaha, Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan posisinya dalam rantai pasok internasional. “Ini bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana kita mengubah tekanan menjadi momentum untuk naik kelas,” tutur Sobur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *