PT Petrokimia Gresik dorong petani tingkatkan produktivitas cabai

14 hours ago  ·  4 min read
By Emily Garcia - pemandanganindah.com

270 Petani Jatim Dilibatkan dalam Kompetisi Budi Daya Cabai Rawit Berbasis Teknologi

Pemandanganindah.com – Produksi cabai rawit di Jawa Timur menghadapi tantangan klasik: hasil panen yang stagnan dan praktik budi daya yang belum sepenuhnya terstandar. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Petrokimia Gresik (Persero) menggelar program bertajuk “Pestani Rawit Groo Festival” yang menyasar langsung para petani di lima kabupaten. Kegiatan ini berlangsung di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan diikuti oleh 270 petani asal Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, serta Probolinggo. Setiap peserta menerapkan paket pemupukan dan teknik budidaya berbasis teknologi pada lahan mereka sendiri, bukan sekadar mengikuti pelatihan di kelas.

Lonjakan Produktivitas yang Terukur

Hasil dari penerapan praktik baru tersebut tercatat melalui demonstrasi plot (demplot) yang diselenggarakan sebagai bagian dari program. Angka yang diperoleh mencapai 11,5 ton per hektare, naik sekitar 13 hingga 15 persen dari capaian sebelumnya yang berada di kisaran 10 ton per hektare. Peningkatan ini, meski tampak moderat dalam persentase, memiliki dampak signifikan bagi pendapatan petani mengingat volume panen yang besar.

“Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jatim untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budi daya yang tepat, sehingga hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan.”

Pernyataan itu disampaikan Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang ditawarkan bukan sekadar penambahan dosis pupuk, melainkan keselarasan antara jenis, dosis, dan waktu pemberian nutrisi tanaman.

Peran Strategis Jawa Timur dalam Pasokan Nasional

Konteks geografis dan agronomis menjadikan Jawa Timur sebagai tulang punggung produksi cabai rawit di tingkat nasional. Sekitar 35 persen dari total output cabai rawit Indonesia berasal dari provinsi ini, dengan volume produksi yang melampaui 600 ribu ton per tahun. Dalam kerangka ketahanan pangan, menjaga stabilitas pasokan komoditas yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga dan cuaca menjadi prioritas. Produktivitas yang lebih tinggi berarti petani memperoleh margin keuntungan lebih besar tanpa perlu memperluas lahan, sekaligus mengurangi tekanan terhadap ekosistem hutan dan lahan marginal.

Mekanisme Kompetisi dan Edukasi

Pestani Rawit Groo Festival tidak dirancang sebagai acara seremonial semata. Program ini memuat beberapa lapisan aktivitas yang saling melengkapi:

Groo Field Creation menjadi inti kompetisi di lahan. Peserta mengimplementasikan paket budi daya yang telah disusun Petrokimia Gresik, mencakup seluruh siklus dari tahap tanam hingga panen. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil nyata di lapangan, bukan presentasi di atas panggung.

“Kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dimulai dari praktik budi daya yang sederhana, tepat, dan konsisten.”

Groo Plant Creator memperluas jangkauan ke ranah urban farming. Sebanyak 270 pegiat pertanian perkotaan dari 27 provinsi di Indonesia terlibat dalam komponen ini. Mereka membagikan pengalaman budidaya cabai—mulai dari penanaman sampai panen—melalui platform media sosial, sehingga edukasi pertanian menjangkau demografi yang sebelumnya kurang terpapar.

Groo Plant Partner melibatkan 54 influencer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pemangku kepentingan terkait. Peran mereka adalah memperluas literasi pertanian dan menjembatani jarak antara dunia agraria dengan masyarakat umum, terutama generasi muda yang selama ini memandang pertanian sebagai sektor kurang menarik.

Secara keseluruhan, Groo Festival menggerakkan 540 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini tidak berhenti pada pencarian petani berpanen tertinggi; ia juga berfungsi sebagai ruang belajar di mana peserta membuktikan langsung efektivitas praktik budi daya yang lebih terarah pada lahan mereka sendiri.

“Kami berharap praktik budi daya yang mampu memberikan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, sehingga manfaat program semakin luas.”

Pendekatan Berbasis Data dan Teknologi

Adityo Wibowo menjelaskan bahwa perusahaan memperkenalkan pendekatan pertanian yang bertumpu pada teknologi dan data dalam program ini. Tujuannya agar petani dapat mengambil keputusan budi daya—mulai dari pemilihan varietas, jadwal pemupukan, hingga manajemen hama—dengan informasi yang lebih akurat dan kontekstual, bukan sekadar mengandalkan intuisi atau pengalaman turun-temurun.

Program Pestani: Payung Pemberdayaan yang Lebih Luas

Pestani Rawit Groo Festival merupakan salah satu komponen dari Program Pestani, inisiatif Petrokimia Gresik yang menyediakan ruang pemberdayaan dan kompetisi budi daya bagi petani di Jawa Timur. Hingga Juni 2026, program ini telah menjangkau 782 petani di 14 kabupaten melalui sejumlah komoditas unggulan: semangka di kawasan Tapal Kuda, melon di wilayah Pantura, bawang merah melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji, serta cabai rawit melalui Pestani Rawit Groo Festival. Diversifikasi komoditas ini menunjukkan bahwa kerangka kerja program bersifat modular dan dapat diadaptasi sesuai karakteristik agroklimat tiap wilayah.

Pandangan Pemerintah Daerah

Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pudjiati Ningsih, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas dan hasil panen, sekaligus tepat sasaran mengingat posisi Jawa Timur sebagai penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia. Pudjiati juga berharap kerangka kerja yang telah terbukti efektif pada cabai rawit, semangka, dan melon dapat diadaptasi untuk komoditas hortikultura lain di provinsi tersebut, sehingga cakupan pemberdayaan petani semakin luas dan dampak ekonomi berlipat ganda.

Frequently Asked Questions

What is PT Petrokimia Gresik dorong petani tingkatkan?

PT Petrokimia Gresik dorong petani tingkatkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PT Petrokimia Gresik dorong petani tingkatkan matter?

PT Petrokimia Gresik dorong petani tingkatkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category