New Policy: Indonesia matangkan pola main hadapi Piala Asia Putri U18
Indonesia Matangkan Pola Main Hadapi Piala Asia Putri U18
New Policy – Jakarta – Tim nasional basket putri Indonesia tengah menyiapkan strategi kompetitif untuk menghadapi Piala Asia Putri U18 Divisi B yang akan digelar di Thailand pada 13 hingga 19 Juli mendatang. Penutupan babak kualifikasi SEABA 2026 telah memberi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki berbagai aspek permainan, terutama konsistensi dalam bertindak di lapangan, serta meningkatkan kualitas serangan dan pertahanan. Pelatih tim, Amin Prihantono, menyampaikan hal ini dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu lalu.
Program Pematangan Strategi
Usai menyelesaikan babak kualifikasi SEABA, timnas putri U18 Indonesia kini fokus pada pematangan pola permainan. Amin menekankan pentingnya adaptasi terhadap berbagai tipe lawan, yang menjadi pelajaran berharga bagi tim dan pelatih. “Kami akan memperkuat strategi serangan dan merapihkan pertahanan dengan rotasi yang lebih terarah,” jelas Amin. Program ini dirancang untuk memastikan kesiapan tim menghadapi kompetisi level tinggi bulan depan.
“Defense dirapikan karena kami menerapkan defensive range, jadi jika rotasi tidak rapi maka bisa jebol,” kata Amin Prihantono.
Pelatih juga mengungkapkan bahwa pengalaman menghadapi tim dari berbagai negara telah memberi banyak pembelajaran. Selama kualifikasi, Indonesia menunjukkan performa yang memperlihatkan potensi besar, meski tetap memperbaiki kelemahan. Amin menilai kemampuan menyesuaikan taktik terhadap lawan yang berbeda-beda menjadi modal penting untuk mencapai hasil maksimal di Piala Asia.
Hasil Kualifikasi SEABA
Timnas putri U18 Indonesia meraih tiga kemenangan dan satu kekalahan dalam SEABA Qualifiers 2026. Performa mereka memperlihatkan peningkatan signifikan, terutama dalam menghadapi lawan yang memiliki karakteristik permainan beragam. Dalam laga pertama, mereka mengalahkan Singapura dengan skor 66-49, lalu mengalahkan Vietnam 81-32, serta mengimbangi Thailand 67-53. Namun, dalam pertandingan terakhir melawan Filipina, tim mengalami kekalahan 62-88.
Kalah dari Filipina tidak mengurangi semangat tim, karena kualifikasi telah berakhir dengan status runner-up. Amin mengakui bahwa persaingan di babak kualifikasi sangat ketat, namun hasil yang dicapai menjadi dasar untuk persiapan lebih matang. “Meski hanya menjadi runner-up, kita tetap puas dengan penampilan tim karena bisa melangkah ke babak berikutnya,” imbuhnya.
Aturan Kualifikasi dan Kekuatan Lawan
Indonesia lolos ke Piala Asia Putri U18 Divisi B karena Filipina, sebagai tim dari Divisi A, secara otomatis berhak mengikuti babak final. Sementara Thailand, sebagai tuan rumah, juga langsung lolos tanpa harus melalui babak kualifikasi. Hal ini membuat Indonesia bisa berpartisipasi meski hanya berstatus runner-up.
Menurut Amin, kualifikasi SEABA berjalan dinamis dan memberi banyak wawasan. “Kami melihat banyak hal baru dari lawan-lawan yang berbeda, mulai dari cara membangun serangan hingga pengaturan pertahanan,” terang pelatih. Pengalaman ini diperkirakan akan membantu tim menghadapi tantangan lebih kompleks di Piala Asia.
Progres Tim dan Harapan Besar
Indonesia tampil impresif sepanjang babak kualifikasi, terutama dalam menghadapi lawan seperti Singapura dan Vietnam. Skor besar yang mereka capai menunjukkan dominasi tim dalam beberapa pertandingan. Namun, kekalahan terhadap Filipina memperlihatkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan performa. Amin menilai ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang penting.
“Kami merasa bangga karena berhasil mencapai Piala Asia, meski ada tantangan yang harus diatasi,” kata pelatih. Dalam perjalanan kualifikasi, tim juga belajar bagaimana mengelola tekanan di fase pertandingan akhir. Kedua kekalahan yang dialami, termasuk kalah dari Filipina, menjadi bahan evaluasi untuk mengoptimalkan persiapan.
Analisis Performa Tim
Dari empat pertandingan di SEABA Qualifiers, Indonesia menunjukkan kekuatan dalam menyerang. Serangan mereka terutama mengandalkan kecepatan dan konsistensi penembakan, terlebih dalam menghadapi tim yang kurang siap. Namun, pertahanan terkadang mengalami hambatan karena rotasi yang belum sempurna. Amin menyebutkan bahwa perbaikan ini akan menjadi fokus utama di masa depan.
Timnas putri U18 juga mampu menunjukkan kemampuan mengelola permainan dalam kondisi berat. Di laga melawan Vietnam, misalnya, mereka menang dengan skor telak 81-32, yang memperlihatkan dominasi di sepanjang pertandingan. Di sisi lain, lawan yang memiliki strategi lebih matang, seperti Filipina, berhasil menghalangi timnas hingga skor 62-88. Amin menyebutkan bahwa pertandingan melawan Filipina menjadi pengalaman berharga untuk memahami taktik lawan yang lebih canggih.
Target di Piala Asia
Dengan pelatihan intensif dan evaluasi hasil kualifikasi, Amin yakin tim bisa tampil lebih baik di Piala Asia. “Kami sedang menyesuaikan pola permainan untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh,” ungkap pelatih. Dia juga berharap pemain muda Indonesia mampu menunjukkan kemampuan individu dan tim dalam kompetisi internasional ini.
Timnas putri U18 akan menghadapi tantangan baru di Thailand, tempat yang memiliki infrastruktur olahraga yang memadai. Amin menekankan bahwa kesiapan mental dan fisik menjadi kunci keberhasilan. “Kami tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga pada kekompakan dan semangat juara,” tambahnya. Dengan berbagai penyesuaian, tim berharap bisa meraih hasil terbaik dalam Piala Asia Putri U18.
Ulasan Lengkap Kualifikasi
Kualifikasi SEABA 2026 menjadi babak yang menentukan bagi Indonesia. Dari empat laga, tim berhasil menang tiga kali dan kalah satu, yang cukup baik untuk lolos ke Piala Asia. Pemain utama, Inez Welly cs, dinilai berperan besar dalam peningkatan performa tim. Namun, kelemahan tertentu tetap terlihat, terutama dalam menghadapi lawan yang memperkuat pertahanan.
Amin Prihantono menyebutkan bahwa persiapan untuk Piala Asia akan memakan waktu lebih lama. “Kami akan terus memperbaiki aspek-aspek yang kurang optimal, seperti pengaturan rotasi pertahanan dan koordinasi tim,” jelasnya. Dia juga menekankan pentingnya mentalitas berjuang tinggi di setiap pertandingan, karena kompetisi internasional membutuhkan komitmen ekstra.
Sebagai tim yang