Agenda Kunjungan: Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis

Tradisi Buka Puasa dalam Dunia Sepak Bola Albania dan Liga Inggris

Setiap tahun, Federasi Sepak Bola Albania menggelar acara bersama untuk berbuka puasa, yang turut dihadiri seluruh pemain dan tokoh klub. Momen ini rutin berlangsung selama bulan suci Ramadan, menunjukkan kepedulian terhadap kebersamaan dan toleransi beragama.

Simbol Kebersamaan di Kalangan Sepak Bola Albania

Tradisi iftar ini mencerminkan komitmen menghargai keberagaman dalam komunitas sepak bola. Pemain dan petinggi klub duduk bersama di meja yang sama, merayakan Ramadan dengan suasana harmonis.

“Setiap Ramadan, Asosiasi Sepak Bola Albania menyelenggarakan acara iftar yang dihadiri imam terkenal, presiden klub, pemain liga Albania, pelatih, serta tokoh lainnya,” tulis akun @FootballAlbXI.

Ini Juga Dilakukan di Liga Inggris

Beberapa tim Liga Inggris, seperti Chelsea dan Manchester United, turut melibatkan pemain Muslim dalam kegiatan iftar di stadion. Tindakan serupa juga diadakan oleh klub besar seperti Liverpool, Tottenham Hotspur, hingga Manchester City dan Everton.

“Bayangkan makan bersama pemain dan pelatih dari klub seperti Chelsea FC, Arsenal FC, atau Manchester City FC,” tulisnya sambil menambahkan emoji tertawa.

Program Khusus untuk Pemain Muslim

Selain itu, beberapa klub mengatur kunjungan ke masjid selama Ramadan bagi pemain yang menjalankan ibadah. Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dalam olahraga.

Sejarah Albania sebagai Negara Komunis

Albania, yang pernah menjadi negara komunis otoriter di bawah pimpinan Enver Hoxha (1946–1985), sering disebut sebagai “Korea Utara versi Eropa” akibat kebijakan isolasi yang ekstrem. Rezim ini menekan agama dan Hak Asasi Manusia, menyebabkan krisis ekonomi hingga akhirnya runtuh pada tahun 1991–1992, berubah menjadi negara republik demokratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *