Kebijakan Baru: Rupiah melemah seiring Trump ancam Iran jika tak buka Selat Hormuz
Rupiah Melemah dalam Respons terhadap Ancaman Trump terhadap Iran
Jakarta – Kurs rupiah pada penutupan perdagangan Senin tercatat turun 55 poin atau 0,32 persen, mencapai Rp17.035 per dolar AS dari Rp16.980 per dolar AS sebelumnya. Menurut Ibrahim Assuaibi, pakar mata uang dan komoditas, pelemahan ini dipicu oleh perhatian investor terhadap tenggat waktu ancaman dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz. Juru Bicara Iran, Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa penggunaan kembali jalur strategis ini hanya mungkin jika Iran mendapatkan kompensasi atas kerusakan akibat perang.
“Presiden Trump menetapkan tenggat waktu hingga hari Selasa (7/4/2026), menunjukkan bahwa pukul 8 malam waktu timur menjadi batas waktu untuk kapal tanker beroperasi kembali melalui Selat Hormuz,” terang Ibrahim dalam pernyataan di Jakarta, Senin.
Pengumuman ini memicu kekhawatiran pasar tentang kemungkinan eskalasi konflik di Teluk. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah yang terjadi menimbulkan kecemasan terhadap inflasi, karena biaya energi yang meningkat diharapkan akan mengganggu sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap terblokir.
Di sisi lain, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini juga melemah ke level Rp17.037 per dolar AS, dibandingkan Rp17.015 per dolar AS sebelumnya.