Latest Program: Kejar target tahun ajaran baru, pembangunan Sekolah Rakyat dipercepat
Latest Program: Mempercepat Pembangunan Sekolah Rakyat untuk Persiapan Tahun Ajaran Baru
Latest Program – Upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah semakin intensif, demi memastikan proyek selesai tepat waktu menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Hingga 4 Juni 2026, progres konstruksi fisik mencapai 71,13 persen, dengan sebagian lokasi sudah menyelesaikan pekerjaan hingga 80 persen. Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berperan aktif dalam mengawasi dan mengupdate data kemajuan proyek ini.
Progres Intensif di Desa Candiyasan
Di Desa Candiyasan, Kertek, Wonosobo, proyek Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 1 terus bergerak cepat. Foto udara yang diunggah ANTARA FOTO pada Minggu (7/6/2026) menunjukkan struktur bangunan mulai terlihat jelas di tengah perbukitan. Lokasi ini menjadi salah satu dari 12 titik yang masuk dalam zona hijau, artinya potensi penyelesaian lebih awal dari jadwal telah tercapai. Tim pengerjaan di sana berusaha maksimal untuk menyelesaikan konstruksi dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas.
“Kami terus memantau progres fisik Sekolah Rakyat Tahap II secara rutin. Dengan kemajuan hingga 71,13 persen, kami optimis beberapa lokasi bisa selesai sebelum tanggal 20 Juni,” kata salah satu pejabat Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU.
Upaya Prioritas untuk Memenuhi Kebutuhan Pendidikan
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Latest Program yang bertujuan memenuhi akses pendidikan di wilayah yang kurang terlayani. Dengan target rampung pada 20 Juni, proyek ini diharapkan bisa beroperasi sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga siswa memiliki fasilitas lebih baik. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memastikan koordinasi sumber daya agar tidak ada hambatan selama pengerjaan.
Sekolah Rakyat Tahap II terdiri dari 93 lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten. Progres di setiap titik bervariasi, tetapi secara rata-rata mencapai 71,13 persen. Lokasi dengan progres di atas 80 persen, seperti di Desa Candiyasan, dianggap sebagai contoh sukses bagaimana fokus dan kolaborasi bisa mempercepat pengerjaan.
“Latest Program ini bukan hanya tentang menyelesaikan bangunan, tetapi juga memastikan fasilitas pendidikan yang layak bagi siswa,” tambah pejabat lain dari Direktorat Jenderal PU.
Dalam rangka mempercepat penyelesaian, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis menerapkan strategi ketat. Progres yang signifikan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan efektivitas metode ini. Namun, tantangan tetap ada, terutama di daerah dengan akses yang terbatas. Pihak terkait terus berupaya mengatasi hambatan tersebut agar semua lokasi selesai sesuai jadwal.
Upaya percepatan ini tidak hanya memengaruhi waktu pengerjaan, tetapi juga menguntungkan masyarakat setempat. Sekolah yang selesai sebelum tahun ajaran baru bisa langsung dimanfaatkan, memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan. Pemerintah mengharapkan Latest Program menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan di Jawa Tengah.