Visit Agenda: KPK-Pemprov Jakarta resmikan penamaan Halte Setiabudi Integritas

Visit Agenda: KPK dan Pemprov Jakarta Resmikan Halte Setiabudi Integritas dalam Perayaan HUT Jakarta

Visit Agenda – Jakarta menjadi sorotan minggu lalu saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan PT Transjakarta meluncurkan penamaan baru untuk satu titik pemberhentian angkutan umum. Nama “Halte Setiabudi Integritas” diberikan kepada Halte Setiabudi yang sebelumnya hanya dikenal dengan nama biasa. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan integritas, sekaligus mendorong budaya transparansi dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Etika Publik

Pemilihan nama “Integritas” pada Halte Setiabudi dianggap sebagai inisiatif strategis yang menggabungkan kampanye anti-korupsi dengan ruang publik. Penamaan ini dilakukan dalam rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, yang juga melibatkan pembukaan kawasan Jalan HR Rasuna Said. Perwakilan dari KPK, Pemprov DKI, serta PT Transjakarta menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas. Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua KPK Setyo Budiyanto, dan mantan Gubernur DKI Sutiyoso.

Peluncuran Nama sebagai Simbol Pendidikan Anti-Korupsi

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa penamaan Halte Setiabudi Integritas memiliki makna mendalam. “Nama ini diharapkan menjadi pengingat berkelanjutan bagi masyarakat, agar selalu mengingatkan diri sendiri untuk menjaga integritas dalam setiap tindakan,” jelasnya. Ia menambahkan ide ini muncul dari pengalaman menggunakan berbagai moda transportasi umum, seperti Kereta Rel Listrik (KRL), Transjakarta, dan MRT. Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menghasilkan inisiatif yang kini dirayakan sebagai bagian dari Visit Agenda.

“Setiap orang yang melewati Halte Setiabudi Integritas akan teringat pada prinsip anti-korupsi. Nama ini bukan hanya sekadar label, tapi juga penanda kesadaran kolektif,” ujar Budiyanto dalam wawancara terpisah.

Dalam konteks Visit Agenda, Budiyanto menekankan bahwa nama baru ini menggambarkan komitmen bersama dalam menegakkan etika di tengah dinamika pembangunan kota. “Dengan menambahkan kata ‘Integritas’ di Halte Setiabudi, kita menciptakan ruang untuk menyampaikan pesan anti-korupsi secara visual dan langsung kepada masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, inisiatif ini diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan yang lebih transparan.

Harapan dari Pemprov DKI Jakarta

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambut baik peluncuran nama Halte Setiabudi Integritas sebagai bagian dari momentum Visit Agenda. “Nama memiliki pengaruh besar, terutama di kawasan yang strategis seperti dekat Gedung KPK,” kata Anung. Ia menjelaskan bahwa acara itu juga melibatkan kegiatan pilah sampah di Monas dan peletakan batu pertama dek pejalan kaki di Dukuh Atas, yang selesai pada tahun depan. Proyek tersebut menggunakan skema pembiayaan lokal, yang menunjukkan kemampuan Jakarta dalam mengelola sumber daya sendiri.

Menurut Anung, penamaan Halte Setiabudi Integritas menjadi contoh nyata bagaimana Visit Agenda dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan sehari-hari. “Kita ingin memastikan masyarakat terus teringat pada pesan ini, terutama saat mereka menggunakan transportasi umum,” tambahnya. Dengan nama yang jelas, diharapkan muncul kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai integritas.

Kompetensi Cak Lontong dalam Membangun Kesadaran

Komedian Cak Lontong hadir dalam acara peluncuran Halte Setiabudi Integritas sebagai bagian dari Visit Agenda. Ia memberikan penjelasan bahwa penamaan ini bisa menjadi pengingat efektif. “Nama ‘Integritas’ di Halte Setiabudi memperkuat kesadaran bahwa nilai ini harus dijaga, bahkan di tempat yang sering dikunjungi orang,” ujarnya. Cak Lontong menekankan bahwa lokasi Halte Setiabudi Integritas yang berada di depan Gedung KPK membuatnya menjadi titik fokus dalam menyebarkan pesan anti-korupsi.

“Dengan nama ‘Integritas’, kita selalu diingatkan untuk tetap jujur. Ini bukan hanya formalitas, tapi juga komitmen nyata,” tambah Cak Lontong.

Visi Visit Agenda ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan kota. Selain nama Halte Setiabudi Integritas, kegiatan lain dalam acara HUT Jakarta menekankan kerja sama lintas sektor. Pemprov DKI Jakarta dan KPK menyatakan akan terus mengembangkan inisiatif serupa untuk memperkuat budaya integritas di seluruh wilayah ibu kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *