Visit Agenda: Menteri Imipas-Ketua Komisi IV icip telur hingga panen sidat di Nusakambangan

Menteri Imipas dan Ketua Komisi IV DPR RI Kunjungi Nusakambangan untuk Lihat Kegiatan Pemasyarakatan

Visit Agenda – Di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja yang menitikberatkan pada upaya peningkatan ketersediaan pangan. Mereka turut mengunjungi berbagai proyek yang dijalankan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lokasi tersebut. Selama kunjungan, Menteri Imipas dan Titiek Soeharto terlibat langsung dalam kegiatan memanen hasil pertanian serta mengapresiasi inisiatif yang dilakukan para warga binaan.

Kunjungan dimulai dengan peninjauan lokasi workshop pembuatan batako dari limbah batubara, yaitu Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Di sini, mereka melihat proses produksi batako yang memanfaatkan material hasil pembakaran batubara. Selain itu, keduanya juga meninjau rumah dinas yang terdiri dari batako hasil buatan WBP. Titiek Soeharto memberikan tanggapan positif terhadap hasil yang telah dicapai. “Kerja yang dilakukan para warga binaan ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Berikutnya, Menteri Imipas dan Titiek Soeharto mengunjungi kandang ayam yang berada di bawah pengelolaan Lapas Kelas IIB Terbuka Nusakambangan. Mereka tidak hanya memanen telur ayam yang kaya akan omega tiga, tetapi juga mencicipi telur asin yang dihasilkan oleh warga binaan. Titiek Soeharto menilai telur asin tersebut memiliki rasa yang enak dan bisa digunakan sebagai bahan makanan tambahan. “Saya senang bisa mencicipi hasil produksi ini, enak dan bisa digado,” kata Titiek dalam wawancara.

Pada hari yang sama, mereka juga meninjau pusat pengolahan pupuk organik yang diproduksi dari kotoran hewan seperti sapi, ayam, domba, dan kelelawar. Proyek ini dianggap sebagai inovasi yang berhasil di Lapas Kelas I Batu, Nusakambangan. Menurut Agus Andrianto, proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas tanah dan produksi pertanian.

Kunjungan kerja mereka dilanjutkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Nusakambangan. Di sini, warga binaan Lapas Kelas IIB Nirbaya sedang menjalani pelatihan menjahit. Hasil dari pelatihan ini berupa seragam yang digunakan oleh warga binaan lainnya. Titiek Soeharto menyoroti keberhasilan pelatihan tersebut. “Ini membuktikan bahwa pelatihan di sektor pemasyarakatan bisa memberikan keterampilan yang berguna untuk kehidupan setelah bebas,” katanya.

Sementara itu, Agus Andrianto dan Titiek Soeharto juga mengunjungi tambak udang vaname di Bantar Panjang, Nusakambangan. Mereka secara langsung memanen udang bersama warga binaan Lapas Kelas IIA Permisan. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian diolah menjadi makanan yang dinikmati oleh para pengunjung. “Ini menunjukkan potensi kegiatan budidaya ikan dan udang di dalam lingkungan pemasyarakatan,” kata Agus.

“Enak, bisa digado,” ucap Titiek Soeharto saat mencicipi telur asin.

Kegiatan akhir dari kunjungan mereka adalah meninjau tambak budidaya ikan sidat pada Kamis sore. Mereka melihat para WBP memanen ikan sidat yang kaya akan asam lemak omega tiga. Titiek Soeharto memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. “Transformasi yang terjadi di Nusakambangan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bisa diwujudkan di berbagai sektor, termasuk kementerian yang berkaitan dengan pemasyarakatan,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek Soeharto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Imipas dan lembaga lain dalam mencapai target ketahanan pangan nasional. “Kementerian Imipas harus menjadi cambuk bagi sektor pertanian, agar kita bisa meraih tujuan yang diinginkan oleh Bapak Presiden,” katanya. Sementara itu, Agus Andrianto menyatakan bahwa kementerian tersebut akan terus meningkatkan upaya dalam bidang ketahanan pangan. “Kami telah memohon evaluasi dan arahan, dan akan terus mendorong perbaikan dari kegiatan yang telah dilakukan,” tambahnya.

Kunjungan kerja diakhiri dengan meninjau hasil kegiatan budidaya sidat yang dianggap sebagai bagian penting dari pengembangan pangan di Nusakambangan. Dalam rangkaian kegiatan ini, para warga binaan terlibat aktif dalam proses panen dan pengolahan hasil tangkapan. Titiek Soeharto menilai bahwa pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian ekonomi dan makanan warga binaan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Imipas Agus Andrianto didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto ditemani oleh anggota komisi lainnya, Rajiv dan Darori Wonodipuro. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan kementerian serta kolaborasi dengan berbagai lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan warga binaan.

Kegiatan yang dilakukan di Nusakambangan menggambarkan upaya integratif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung program ketahanan pangan. Dari mulai inovasi batako, produksi telur dan ikan, hingga pelatihan keterampilan, seluruhnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan mandiri bagi para warga binaan. Pemerintah berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagus dalam pengelolaan pertanian di lingkungan pemasyarakatan.

Menurut Titiek Soeharto, keberhasilan di Nusakambangan menunjukkan bahwa proyek-proyek serupa bisa dilakukan di lokasi lain. “Kita harus terus berinovasi, agar set

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *