BRIN ungkap 3 strategi khusus untuk bantu genjot pertumbuhan ekonomi

1 hour ago  ·  4 min read
By Emily Garcia - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1786020716-5d4de1efbf

BRIN Tetapkan Tiga Jalur Strategis untuk Akselerasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Pemandanganindah.com – Jakarta memperingati momentum penting dalam peta jalan pembangunan nasional. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, menguraikan kerangka kerja komprehensif yang dirancang untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi domestik. Langkah ini selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang menargetkan negara menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia.

Dalam forum pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto bersama seratus lima puluh peneliti terkemuka di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Arif Satria memaparkan tiga lintasan utama yang akan dikebut oleh lembaga riset nasional. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan angka makroekonomi, tetapi juga transformasi struktural berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lintasan Pertama: Transformasi UMKM Melalui Inovasi

Strategi pertama yang diemban BRIN bertujuan menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian. Dengan menghadirkan terobosan teknologi, lembaga ini berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku UMKM di pasar domestik maupun internasional. Inovasi yang dikembangkan mencakup digitalisasi proses bisnis, pengembangan produk bernilai tambah tinggi, serta akses terhadap pembiayaan berbasis teknologi.

“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan Indonesia Emas 2045, kami mengembangkan tiga track. Yang pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM,” jelas Arif Satria.

Lintasan Kedua: Penguatan Industri Nasional dan Danantara

Lintasan kedua berpusat pada penguatan ekosistem industri dalam negeri. BRIN akan memperkuat posisi kompetitif industri nasional serta entitas strategis seperti Danantara melalui riset terapan dan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan meningkatkan nilai ekspor produk industri dalam negeri.

Lintasan Ketiga: Co-Development Teknologi Global

Strategi ketiga menempatkan Indonesia sebagai mitra aktif dalam pengembangan teknologi mutakhir dunia. BRIN akan memfasilitasi kerja sama internasional untuk memastikan negara ini tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kontributor dalam inovasi global. Hal ini sejalan dengan upaya membangun kedaulatan teknologi yang mandiri dan berkelanjutan.

“Dan yang ketiga, memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar Indonesia menjadi bagian dari pengembangan teknologi,” tambah Arif Satria.

Fokus pada Teknologi Masa Depan

BRIN menyatakan komitmennya untuk berinvestasi dalam pengembangan teknologi strategis yang akan menentukan daya saing negara dalam dua hingga tiga dekade mendatang. Beberapa bidang prioritas meliputi semikonduktor, kecerdasan buatan, dan rekayasa genetik atau genomics. Pengembangan ini bertujuan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah, melipatgandakan produktivitas nasional, serta meningkatkan kemandirian dalam produksi benih, obat-obatan, dan bioindustri.

Teknologi kuantum juga mendapat perhatian khusus untuk keamanan siber dan komputasi generasi berikutnya. Selain itu, dua sektor teknologi yang terus dikembangkan adalah nuklir dan antariksa. Keduanya diposisikan sebagai pengungkit utama untuk kedaulatan energi, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta pengawasan wilayah maritim dan udara Indonesia.

“(Selanjutnya) teknologi kuantum untuk keamanan dan komputasi masa depan. Selain itu, ada dua teknologi yang terus kami kembangkan, yaitu nuklir dan antariksa, sebagai pengungkit kedaulatan energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah,” lanjut Arif.

Posisi Indonesia: Pengguna atau Pemilik Teknologi?

Arif Satria menekankan bahwa pengawasan terhadap perkembangan teknologi akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi pengguna pasif atau pemilik teknologi aktif di masa depan. Riset dan inovasi dipandang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta fondasi daya saing nasional. Pengalaman berbagai negara menunjukkan korelasi positif antara kapasitas inovasi yang tercermin dalam Global Innovation Index dengan pendapatan per kapita tahunan.

“Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kapasitas inovasi yang ditunjukkan dengan Global Innovation Index dengan GDP per capita per tahun,” ucap Arif Satria.

Pendidikan sebagai Fondasi Utama

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci utama kemajuan bangsa. Menurut Presiden, kemampuan ini tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan nasional. Oleh karena itu, Prabowo menyebut pendidikan sebagai fondasi paling kritikal dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif secara global.

“Dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling kritikal, paling kritis,” ucap Presiden Prabowo.

Komitmen bersama antara BRIN dan pemerintah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan riset, pendidikan, dan kolaborasi internasional, Indonesia siap menghadapi tantangan ekonomi global di era digital.

Frequently Asked Questions

What is BRIN ungkap 3 strategi khusus?

BRIN ungkap 3 strategi khusus is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BRIN ungkap 3 strategi khusus matter?

BRIN ungkap 3 strategi khusus matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY