Historic Moment: Kloter 17 penutup kepulangan jamaah haji asal Sumut ke tanah air

Kloter 17 Menjadi Kelompok Terakhir Jamaah Haji Sumut Kembali ke Tanah Air

Historic Moment – Medan, Sumatera Utara – Kepulangan jamaah haji asal Sumatera Utara ke tanah air telah ditutup oleh Kloter 17, yang berangkat dari Bandar Udara Kualanamu. PPIH Embarkasi Medan mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji dalam kloter ini mencapai 229 orang, yang menjadi rangkaian akhir dari 5.962 jamaah yang pulang. Angka tersebut terdiri dari 5.894 jamaah dan 68 petugas kloter. Selain itu, sembilan jamaah haji dan hajjah meninggal dunia di Tanah Suci, sebagian besar berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumut.

Perkembangan Kloter 17 dan Dukungan Pemprov Sumut

Setelah melepas Kloter 17 di Asrama Haji Medan, Ketua PPIH Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyatakan bahwa kelompok ini menjadi penutup dari semua jamaah haji yang berasal dari provinsi tersebut. Ia menambahkan, bahwa Kloter 17 terdiri dari jamaah dari delapan daerah, yaitu Medan (197 orang), Deli Serdang (13 orang), Serdang Bedagai (5 orang), serta beberapa kabupaten lain dengan jumlah lebih sedikit. Tapanuli Tengah dan Labuhanbatu masing-masing menyumbang dua orang, sementara Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan hanya satu orang. Petugas kloter sendiri berjumlah enam orang.

“Kloter 17 ini menjadi rangkaian penutup kepulangan jamaah haji Sumut ke tanah air,” ujar Zulkifli Sitorus.

Adapun jumlah jamaah haji yang pulang mencapai 5.962 orang, termasuk 68 petugas kloter. Seorang hajjah bernama Rukayah Wahab, yang berasal dari Deli Serdang, menjadi sorotan karena menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Menurut Zulkifli, Rukayah menunggu hingga sembuh dan dinyatakan layak terbang kembali ke tanah air. “Hajjah Rukayah menunggu sehat, dan dinyatakan layak terbang,” tambahnya.

Peran Pemprov dalam Kepulangan Jamaah Haji

Pemerintah Provinsi Sumut, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan ucapan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji Kloter 17. Ucapan tersebut diwakili oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, yang berharap jamaah haji kembali dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.

“Alhamdulillah, setelah menunaikan ibadah haji bapak dan ibu kembali dengan selamat, dan berkumpul kembali bersama keluarga tercinta,” ucap Basarin Yunus Tanjung.

Bobby Nasution juga menegaskan apresiasi terhadap seluruh petugas haji dan pihak terkait yang telah berperan aktif dalam menyediakan layanan terbaik selama proses ibadah. Dukungan dari Pemprov Sumut tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan keberangkatan, tetapi juga berkelanjutan hingga kepulangan jamaah haji. Pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji agar jamaah dapat melaksanakan ibadah secara aman, nyaman, sehat, dan khusyuk.

“Saya mengajak jamaah haji ikut mengambil peran membangun Sumatera Utara melalui keteladanan, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan partisipasi aktif kehidupan sosial masyarakat,” tutur Bobby Nasution.

Kepulangan jamaah haji menjadi momen penting bagi masyarakat Sumut, karena mereka pulang dengan membawa pengalaman spiritual dan keberhasilan ibadah. Proses kepulangan ini juga menggambarkan koordinasi yang baik antara PPIH Embarkasi Medan, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait. Dengan jumlah yang besar, kepulangan Kloter 17 menunjukkan komitmen Sumut dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan haji.

Data Kematian dan Kontribusi Daerah

Dalam kepulangan tersebut, sembilan jamaah haji dan hajjah dari Sumut tidak pulang karena wafat di Arab Saudi. Mereka berasal dari enam kabupaten/kota, termasuk Medan (3 orang), Langkat (2 orang), Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Asahan, masing-masing satu orang. Angka kematian ini menambahkan sentimen haru pada proses kepulangan, mengingat keberhasilan ibadah haji menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang sangat berharga.

Selain itu, data dari PPIH Embarkasi Medan mencatat bahwa kepulangan jamaah haji reguler Sumut mencakup berbagai kota dan kabupaten, dengan distribusi jumlah yang tidak merata. Meski demikian, semua jamaah haji tetap berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak menjadi fondasi penting dalam memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, sekaligus memperhatikan kesehatan dan kebutuhan jamaah selama perjalanan.

Kloter 17 bukan hanya simbol akhir dari perjalanan haji, tetapi juga memperlihatkan upaya Pemprov Sumut dalam menciptakan lingkungan yang optimal bagi jamaah. Pemprov terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk mengoptimalkan fasilitas di Embarkasi Medan dan memastikan keberangkatan serta kepulangan berjalan efisien. Penutupan kepulangan ini juga menjadi penanda bahwa semua jamaah haji Sumut telah selesai menjalani ibadah haji, sekaligus kembali ke tanah air untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *