Humaniora kemarin – gempa di Palu hingga peringatan 1 Muharram
Humaniora Kemarin: Gempa Palu dan Perayaan 1 Muharram
Humaniora kemarin – Kota Jakarta menjadi tempat berita humaniora yang menarik perhatian pembaca pada hari Selasa. Topik utama meliputi bencana gempa yang mengguncang Palu, serta perayaan Tahun Baru Hijriah yang diperingati oleh masyarakat Indonesia. Berikut ringkasan berbagai isu yang disajikan dalam artikel ini.
Peristiwa Gempa Mengguncang Palu dan Sejumlah Wilayah
Pada Selasa, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Getaran kuat ini menyebabkan evakuasi pasien dari RS Anuntaloko Parigi. Petugas kesehatan setempat melakukan upaya mendesak untuk memastikan keamanan warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 10.27 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada sekitar 42 kilometer ke arah tenggara Palu, yang merupakan pusat aktivitas seismik di daerah tersebut.
“Gempa bumi tersebut mengakibatkan gangguan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan pusat gempa,” jelas BMKG dalam siaran resmi. Peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi tsunami atau kerusakan lebih lanjut, meski hingga kini belum ada laporan mendesak dari daerah terdampak.
Rusia Buka Peluang Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia
Federasi Rusia menawarkan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia melalui program kuliah gratis. Wakil Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, Andrey Omelchuk, menegaskan bahwa negara ini aktif memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi kepada warga negara asing. “Rusia menawarkan berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa internasional,” kata Omelchuk dalam pernyataan di Jakarta.
“Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan mengundang minat akademik dari luar negeri,” tambah Omelchuk. Dengan program ini, mahasiswa Indonesia dapat memperoleh sumber daya pendidikan tanpa harus mengeluarkan biaya besar, sekaligus menikmati lingkungan akademik yang kompetitif.
BNPB Melakukan Pengumpulan Data Kerusakan Gempa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendata dampak gempa yang terjadi pada Selasa pukul 10.27 WIB. Informasi tersebut diperoleh dari BMKG, yang menyebut kejadian gempa berlangsung sekitar 11.27 WITA. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim sedang berkoordinasi untuk mengevaluasi tingkat kerusakan secara cepat.
“Koordinasi antara BNPB dan BPBD sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak,” ujar Abdul Muhari. Meski belum ada laporan kebutuhan mendesak, pihaknya tetap memantau kondisi daerah terdampak. Dalam upaya ini, BMKG berperan aktif dalam memberikan data real-time untuk mendukung pengambilan keputusan penanggulangan.
Tradisi Bersih Punden Sumur Blandung di Temanggung
Dalam rangka perayaan Tahun Baru Hijriah 1448, masyarakat Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melaksanakan tradisi tahunan bersih punden sumur Blandung. Aktivitas ini dianggap sebagai bentuk kebersamaan dan penghargaan terhadap ritual budaya yang sudah berlangsung turun-temurun. Sesepuh setempat, Hidayat (61), menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna spiritual dan sosial.
“Bersih punden sumur Blandung menjadi sarana untuk mempersembahkan doa bersama serta merayakan awal tahun baru secara tradisional,” kata Hidayat. Ritual ini dilakukan secara rutin, dengan peserta yang berasal dari berbagai generasi, menunjukkan keberlanjutan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Menag: Momentum Tahun Baru Hijriah untuk Transformasi
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 sebagai momen transformasi diri serta masyarakat. Menurut Menag, hijrah tidak hanya terkait perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sistem sosial yang lebih inklusif. “Hijrah mencerminkan pergeseran dari struktur masyarakat kecil ke komunitas global yang diikat oleh rasa cinta dan kerja sama,” kata Umar dalam pidatonya di Jakarta.
Pada kesempatan ini, Menag menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa perayaan 1 Muharram menjadi kesempatan untuk merefleksikan komitmen terhadap pembangunan kemasyarakatan yang harmonis. “Momen ini menuntut perubahan mental, sikap, dan tindakan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern,” ujarnya.
Kesatuan dalam Menghadapi Bencana
Setelah gempa mengguncang Palu, berbagai upaya penanggulangan bencana dilakukan oleh pemerintah daerah dan lembaga terkait. Penyelamatan pasien di RS Anuntaloko Parigi menunjukkan kecepatan respons