Kebijakan Baru: Waktu pengerjaan TKA dinilai sebentar, Kemendikdasmen: Sudah kami uji

Waktu Pengerjaan TKA Dinilai Terlalu Singkat, Kemendikdasmen: Sudah Melalui Uji Coba

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa durasi ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik) telah diuji secara menyeluruh agar tidak terasa pendek. Toni Toharudin, kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), mengakui bahwa banyak peserta ujian mengeluhkan kesempitan waktu untuk menyelesaikan semua soal, terutama dalam bagian matematika yang dianggap lebih rumit dibandingkan simulasi sebelumnya.

“Durasi 75 menit dianggap ideal karena telah sesuai dengan karakter soal yang diberikan kepada siswa di seluruh Indonesia,” ujar Toni pada Rabu.

Sementara itu, Rahmawati, kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), menjelaskan bahwa waktu ujian ditentukan berdasarkan rasio soal yang diterapkan. Di tingkat SMP, soal terdiri dari 30 persen berupa pengetahuan dasar, 40 persen pengaplikasian konsep, dan 30 persen penalaran. “Soal pengetahuan langsung menguji kemampuan matematika tanpa konteks, sementara soal penalaran membutuhkan penjelasan masalah,” tuturnya.

“Kami sudah melalui uji coba soal, termasuk desain komposisi untuk setiap paket ujian yang diberikan kepada siswa. Dari situ diperoleh angka 75 menit sebagai durasi yang paling pas,” kata Rahmawati.

Kemendikdasmen juga memutuskan tidak memperpanjang waktu ujian untuk menghindari risiko seperti siswa memfoto soal atau berdiskusi bersama. Hal ini didasari data log yang menunjukkan lebih banyak peserta keluar dari platform sebelum waktu habis. “Melalui sistem komputerisasi, kami dapat memantau secara real time siapa yang sudah login dan siapa yang selesai mengerjakan,” tambah Rahmawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *