Kemensos dan Bank Mandiri perkuat pemberdayaan UMKM Desa Karanganyar

7 hours ago  ·  3 min read
By Karen Martinez
khrisna-edit-1784391684-91df9fb154

Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM di Karanganyar Melalui Bantuan Peralatan dan Pelatihan

Kemensos dan Bank Mandiri perkuat pemberdayaan – Jakarta – Langkah kolaboratif antara Kementerian Sosial dan Bank Mandiri telah diwujudkan dalam upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berlokasi di Desa Karanganyar. Desa yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah ini menjadi sasaran program pemberdayaan dengan berbagai bentuk bantuan yang diberikan secara langsung kepada masyarakat setempat. Program ini mencakup pemberian alat usaha sablon, perangkat laptop, serta pelatihan desain yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi warga.

Kolaborasi untuk Mendukung Program Pemberdayaan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap kelancaran program pemberdayaan sablon yang sedang berjalan di Desa Karanganyar. Dalam pernyataannya di Magelang pada hari Sabtu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Karanganyar dan seluruh masyarakat desa. “Pada hari ini, untuk mendukung kelancaran program pemberdayaan sablon di Desa Karanganyar, Kemensos bersama Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kepala Desa Karanganyar beserta masyarakat Karanganyar,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo di Magelang, Sabtu.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian lokal. Dengan adanya dukungan dari kedua institusi tersebut, warga Karanganyar diharapkan mampu mengembangkan usaha mereka secara lebih profesional dan terstruktur.

Potensi Desa Wisata yang Belum Tercapai Maksimal

Desa Karanganyar memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata. Lokasi desa ini yang berada tidak jauh dari Candi Borobudur menjadikannya tempat yang strategis bagi para wisatawan. Saat ini, warga desa telah mulai menawarkan berbagai jenis wisata edukasi yang menarik perhatian pengunjung. Wisatawan dapat menikmati pengalaman belajar membuat gerabah, mencicipi kuliner khas daerah, menikmati kopi lokal, serta membeli suvenir hasil karya warga.

Meskipun potensi tersebut sudah terlihat, pengembangan masih belum mencapai tahap yang optimal. Terdapat beberapa kendala yang menghambat pertumbuhan usaha di desa ini. Keterbatasan modal menjadi salah satu faktor utama yang membatasi ekspansi usaha. Selain itu, ketersediaan peralatan yang memadai dan tingkat keterampilan warga juga masih perlu ditingkatkan. Berbagai faktor lainnya turut berkontribusi terhadap belum maksimalnya pengembangan potensi desa.

Bantuan Peralatan dan Dukungan Teknis

Sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa paket usaha sablon kepada warga Desa Karanganyar. Bantuan ini mencakup berbagai peralatan penting yang dibutuhkan untuk memulai dan mengembangkan usaha sablon. Secara rinci, bantuan yang diberikan meliputi dua printer DTF, dua oven curing atau heat press, satu rol kain teflon, satu unit laptop, satu paket alat peralatan sablon lengkap, tiga PET film, lima tinta DTF, lima liter bubuk perekat, serta 120 kaos polos berbahan katun.

Selain bantuan dari Kementerian Sosial, Bank Mandiri juga memberikan kontribusi berupa satu laptop tambahan. Kehadiran laptop ini bertujuan untuk mempercepat proses desain yang akan dilakukan oleh warga. Dengan perangkat ini, para perajin dan pelaku usaha dapat bekerja lebih efisien dalam menciptakan berbagai desain produk.

Pelatihan dan Harapan ke Depan

Bank Mandiri tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan desain dan pemasaran digital. Program pelatihan ini ditujukan kepada masyarakat Desa Karanganyar agar mereka mampu menghasilkan produk yang lebih variatif dan memasarkannya secara lebih luas. Melalui pelatihan ini, warga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam menjalankan usaha mereka.

Senior Vice President Bank Mandiri Sri Dono Indarto berharap, setelah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial dan Bank Mandiri, masyarakat sekitar bisa merasakan pengembangan dari segala ekosistem di Borobudur.

Kepala Desa Karanganyar Suyatno menambahkan bahwa banyak warga setempat saat ini bekerja sebagai penjual suvenir. Namun, sebagian besar dari mereka hanya mengambil barang dan menjual kembali tanpa melakukan proses produksi sendiri. Dengan adanya peralatan sablon yang baru diterima, warga memiliki kesempatan untuk memproduksi sendiri berbagai produk. Hal ini diyakini dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mereka. Dengan kemampuan produksi mandiri, warga tidak hanya menjadi distributor, tetapi juga produsen yang memiliki nilai tambah dalam setiap produk yang mereka jual.

Program pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan ekonomi Desa Karanganyar ke depannya. Melalui kombinasi bantuan peralatan, pelatihan, dan dukungan berkelanjutan, warga desa dapat bersaing lebih baik di pasar yang semakin kompetitif.

MORE FROM THIS CATEGORY