Key Strategy: Wamendikdasmen cek langsung hasil revitalisasi sekolah di Tabanan
Wamendikdasmen Tinjau Progres Revitalisasi Sekolah di Tabanan
Key Strategy – Di Denpasar, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan inspeksi langsung terhadap hasil program revitalisasi sekolah yang dibiayai oleh Kemendikdasmen di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, ia mengunjungi sejumlah sekolah untuk memastikan bahwa progres peningkatan infrastruktur sekolah berjalan sesuai rencana.
Tinjauan di SMPN 6 Tabanan
Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen mengungkapkan bahwa dana yang telah dialokasikan untuk revitalisasi sekolah mencapai lebih dari dua miliar rupiah. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa manfaat program ini dapat dirasakan oleh siswa dan guru secara langsung. “Kami juga ingin memastikan bahwa anak-anak kita merasakan dampak positif dari revitalisasi ini,” katanya, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun lima ruang kelas baru, memperbaiki toilet, serta melakukan rehabilitasi bangunan sekolah.
“Saya baru saja melihat hasil revitalisasi sekolah yang didanai oleh kementerian di SMPN 6 Tabanan, dengan dana sekitar dua miliar rupiah yang telah disalurkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar siswa, tetapi juga mendorong pengembangan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Peran Program PPG dalam Perbaikan Kualitas Pendidikan
Secara keseluruhan, Wamendikdasmen menekankan bahwa revitalisasi sekolah adalah bagian dari upaya membenahi ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, progres infrastruktur sekolah yang optimal harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai aspek, termasuk kesejahteraan guru. “Revitalisasi sekolah sendiri tidak cukup, ekosistem pendidikan perlu dibenahi melalui peningkatan kualitas di berbagai hal,” jelasnya.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan asupan gizi anak-anak terjamin dan kesejahteraan guru melalui program pendidikan profesi guru (PPG) yang berjalan,” tambah Wamendikdasmen. Ia juga mengecek keberhasilan program MBG (makan bergizi gratis) yang diterapkan di Tabanan. “Saya ingin pastikan mereka mengkonsumsi makanan yang aman dan sehat,” katanya.
Sebagai bentuk pengawasan, Wamendikdasmen menyatakan bahwa ia telah bertanya langsung kepada anak-anak di sekitar sekolah. Menurutnya, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai masalah makanan atau keracunan yang dialami siswa. “Dengan adanya MBG, kita berharap bisa memberikan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang anak-anak, terutama di daerah yang kurang memiliki akses ke makanan bergizi,” ujarnya.
Kunjungan ke SD 3 Sembung Gede
Kemudian, Wamendikdasmen melanjutkan kunjungan ke SD 3 Sembung Gede, yang terletak tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Dalam tinjauannya, ia menyatakan bahwa kondisi infrastruktur sekolah tersebut memang masih memprihatinkan, sehingga program revitalisasi Kemendikdasmen menjadi prioritas. “Saya melihat bahwa SD 3 Sembung Gede termasuk dalam kategori sekolah rusak berat,” ungkapnya.
“Tahun ini, Bapak Presiden mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi 71.000 sekolah, dengan tiga kategori prioritas: sekolah rusak berat, sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah di daerah 3T,” jelas Wamendikdasmen. Ia menambahkan bahwa SD 3 Sembung Gede, menurutnya, layak masuk ke dalam kategori pertama, yaitu sekolah yang secara fisik mengalami kerusakan serius.
Sebagai tindak lanjut, Wamendikdasmen meminta direktur sekolah dasar di Kemendikdasmen untuk memastikan sekolah tersebut masuk dalam daftar prioritas. “Karena memang dibutuhkan, dan anak-anak kita akhirnya harus punya ruang kelas darurat sementara,” tuturnya. Ia menyoroti bahwa saat ini, para siswa belajar di ruang perpustakaan sebagai sementara, sehingga revitalisasi harus segera dipercepat.
Kualitas Pendidikan dan Eksplorasi Daerah 3T
Menurut Wamendikdasmen, revitalisasi sekolah hanya salah satu bagian dari keseluruhan upaya memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. “Kami ingin terus evaluasi dan monitoring, agar program-program Bapak Presiden bisa terlaksana secara optimal,” jelasnya. Ia menekankan bahwa inspeksi lapangan menjadi penting untuk mengidentifikasi masukan-masukan dari lapangan dan menghindari kesenjangan dalam pemberdayaan pendidikan.
“Tentu ada masukan ya kami dengar juga, harapannya dengan turun ke lapangan, kualitas layanan kita makin hari makin baik,” tambahnya. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga melibatkan pengembangan daerah 3T, yaitu terpencil, terluar, dan tertinggal, sebagai bagian dari strategi pemerintah menciptakan akses pendidikan yang merata.
Dalam wawancara terpisah, Wamendikdasmen menjelaskan bahwa keberhasilan revitalisasi sekolah tidak hanya diukur dari peningkatan fisik, tetapi juga dari kepuasan siswa dan guru. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan bahwa setiap sekolah yang diberi bantuan memiliki dampak nyata terhadap kualitas pendidikan. “Selain itu, kami juga fokus pada peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui program PPG,” katanya, menyoroti bahwa beberapa sekolah swasta di Tabanan telah menerapkan tunjangan guru sebesar dua juta rupiah per bulan.
Menurut Wamendikdasmen, revitalisasi sekolah menjadi prioritas pemerintah karena keberlanjutan pendidikan sangat bergantung pada kondisi fisik sekolah. Ia menegaskan bahwa dana yang dialokasikan untuk program ini merupakan investasi jangka panjang. “Sekolah yang rusak berat, jika tidak segera diperbaiki, akan menghambat proses belajar-mengajar dan memperbesar kesenjangan antara daerah yang berkembang dengan daerah yang tertinggal,” paparnya.