PPIH: Dua orang haji wafat di Bandara Juanda dan RS Haji Surabaya
PPIH: Dua Orang Haji Meninggal Dunia di Bandara Juanda dan RS Haji Surabaya
PPIH – Surabaya – Dalam rangkaian proses kepulangan jamaah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat adanya dua jamaah haji yang meninggal dunia, masing-masing di Bandara Internasional Juanda dan Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya, Kamis. Kedua individu tersebut berasal dari Kota Malang. Hery Widianto (69) dari Kloter 12 dinyatakan meninggal di bandara, sedangkan Wayan Rohani Suwasti (63), juga dari Kloter 12, wafat setelah menjalani perawatan di RS Haji Surabaya.
Keterangan dari Ketua PPIH
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua jamaah tersebut. “Kami turut berduka cita atas wafatnya dua haji,” kata Anam di Surabaya, Kamis. Ia menegaskan bahwa seluruh proses layanan debarkasi berjalan tertib dan sesuai standar protokol, dengan dukungan dari semua elemen pelayanan di Asrama Haji Surabaya.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya dua haji,”
Menurut Anam, keberangkatan haji dan petugas pada musim haji 1447 H/2026 M telah mencapai 5.684 orang haji dan petugas yang kembali ke tanah air hingga 4 Juni 2026 pukul 18.30 WIB. Jumlah ini merupakan sekitar 13 persen dari total 44.000 calon haji dan petugas yang diberangkatkan. Proses pengembalian tersebut berlangsung secara bertahap, sesuai jadwal kloter masing-masing jamaah.
Angka dan Komposisi Jamaah yang Kembali
Menurut data yang disampaikan, angka 5.684 mencakup 5.579 jamaah haji, 25 petugas haji daerah (PHD), 20 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 60 petugas kloter dan pendukung lainnya. Angka ini mencerminkan progres kepulangan jamaah haji hingga Kloter 15. Selain itu, PPIH mencatat adanya 17 mutasi keluar, yang terdiri dari delapan jamaah yang wafat di Arab Saudi, empat jamaah yang sakit di sana, serta lima kursi kosong karena alasan tertentu.
Mutasi masuk juga terjadi, yakni satu jamaah yang kembali ke Surabaya dari kloter sebelumnya. Meski ada angka kematian dan mutasi, proses debarkasi tetap berjalan lancar, dengan pengawasan ketat dari seluruh pihak terkait. PPIH menekankan bahwa keberangkatan jamaah haji tidak terganggu, meskipun ada kondisi yang tidak terduga.
Jamaah yang Masih Berada di Arab Saudi
PPIH juga melaporkan adanya tiga jamaah haji yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Mereka adalah Mohammad Dzikri Muiz (65) dari Kabupaten Probolinggo, yang dirawat di RS Jeddah karena menderita kanker. Sementara itu, Siti Mutmainah Asari (64) dari Kota Malang sedang menjalani pengobatan di RS Bandara Taif, dan Matory Ahmad Jalil (78) dari Kota Malang berada di RS King Faisal akibat sesak napas.
Dengan kondisi tersebut, PPIH mengungkapkan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di Arab Saudi untuk memantau keadaan jamaah yang masih berada di sana. “Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang haji dan petugas masih berada di Arab Saudi untuk menunggu jadwal kepulangan,” tambah Anam.
Proses Kepulangan Berlangsung Bertahap
Proses debarkasi terus berjalan secara bertahap, dengan jadwal yang telah disusun rapi. Anam menjelaskan bahwa pengembalian jamaah haji akan terus dilakukan hingga seluruh peserta tiba di tanah air. Ia juga menyebutkan bahwa PPIH berkomitmen untuk memastikan setiap langkah dilakukan dengan hati-hati, khususnya dalam menghadapi situasi kesehatan yang mungkin muncul selama perjalanan kembali.
Kepulangan haji menjadi bagian penting dari perjalanan ibadah yang telah mereka lakukan. Setiap jamaah diharapkan dapat menikmati hasil dari perjalanan tersebut, baik secara spiritual maupun fisik. Meski ada yang meninggal atau harus menjalani perawatan, PPIH menjamin bahwa layanan tetap dijaga dengan baik.
Upaya PPIH dalam Mengelola Kepulangan Jamaah Haji
Dalam menghadapi tantangan selama kepulangan, PPIH Debarkasi Surabaya mengambil langkah-langkah yang strategis. Tim di Asrama Haji Surabaya diperkuat untuk memastikan koordinasi antar-sektor berjalan efisien. Pihaknya juga memperhatikan kondisi kesehatan jamaah, termasuk memberikan bantuan medis jika diperlukan.
Sebagai contoh, jamaah yang wafat di Bandara Juanda dan RS Haji Surabaya menjadi perhatian khusus. PPIH mencatat bahwa kematian tersebut terjadi dalam proses kepulangan, bukan saat berada di Arab Saudi. Anam menekankan bahwa semua prosedur kepulangan telah memenuhi standar yang berlaku, termasuk pengawasan terhadap kondisi kesehatan sebelum dan setelah tiba di Indonesia.
Persiapan untuk Kloter Selanjutnya
PPIH juga sedang bersiap untuk menghadapi kloter berikutnya. Selain memastikan ketersediaan fasilitas, pihaknya juga fokus pada pelayanan yang humanis dan profesional. Anam menyampaikan bahwa tim terus meningkatkan kualitas operasional, terutama dalam menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi selama debarkasi.
Perluasan jadwal kepulangan menjadi strategi untuk mengurangi beban pada pengaturan waktu. Dengan membagi jamaah menjadi beberapa kloter, PPIH dapat menjamin keberangkatan yang teratur. Selain itu, pihaknya juga memantau pergerakan pesawat dan armada transportasi lainnya guna meminimalkan risiko penundaan atau gangguan.
Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Layanan
Menyusul adanya dua wafat dan beberapa mutasi, PPIH menilai pentingnya evaluasi terus-menerus terhadap layanan debarkasi. Anam menyatakan bahwa tim telah melakukan peningkatan kapasitas dan kesiapan, termasuk pelatihan kembali bagi staf serta penambahan alat bantu medis. Ini dilakukan untuk memastikan setiap jamaah mendapatkan perlakuan yang optimal.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PPIH juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pihak medis, pemerintah daerah, dan organisasi pemulangan haji. Komunikasi yang terbuka dan respons cepat menjadi kunci dalam menghadapi perubahan kondisi yang mungkin terjadi. Dengan demikian, PPIH berharap semua jamaah dapat pulang dengan aman, meskipun ada tantangan dalam perjalanan.
Proses kepulangan juga menjadi momentum untuk membangun kepercayaan jamaah terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Keberhasilan ini diukur dari tingkat kepuasan dan keselamatan selama perjalanan. PPIH mencatat bahwa 13 persen dari total peserta telah pulang, namun angka tersebut bisa bertambah jika semua jamaah menjalani proses dengan baik.
Sebagai penutup, Anam mengapresiasi partisipasi jamaah haji yang konsisten serta dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap, dengan proses yang terorganisir dan tata kelola yang baik, semua jamaah akan dapat menikmati perjalanan kembali ke tanah air dengan lancar dan nyaman.