Special Plan: Dinkes Bangka catat layanan CKG mencapai 91.907 orang

Dinkes Bangka Catat Layanan CKG Mencapai 91.907 Orang

Special Plan – Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencatat jumlah peserta program cek kesehatan gratis (CKG) yang telah mendapatkan manfaat layanan mencapai 91.907 orang, atau sekitar 58,46 persen dari target 157.210 peserta. Anggia Murni, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bangka, mengungkapkan bahwa angka ini diraih hingga 3 Juni 2026, menjangkau semua kelompok usia, termasuk bayi, balita, anak sekolah, remaja, dan lansia.

Pelaksanaan CKG di Berbagai Wilayah

Program CKG ini terdistribusi di 8 kecamatan dan 12 pusat kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Bangka. Anggia menjelaskan bahwa jumlah peserta yang tercatat mencakup sejumlah data spesifik. Misalnya, dari total tersebut, bayi yang mendapat layanan sebanyak 2.072 orang, balita 9.219 anak, serta anak sekolah usia 7 hingga 18 tahun sebanyak 24.412 peserta. Selain itu, usia produktif (19-59 tahun) tercatat 43.222 orang, sementara lansia sebanyak 12.982 peserta.

“Hingga 3 Juni 2026, jumlah peserta CKG telah mencapai 91.907 orang, mencakup berbagai kelompok usia, termasuk bayi, balita, anak sekolah, remaja, dan lansia,” kata Anggia Murni dalam wawancara di Sungailiat, Kamis.

Menurut Anggia, peningkatan cakupan layanan CKG ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program kesehatan gratis yang diinisiasi pemerintah. Ia menyatakan, walaupun masih ada jarak dari target, program ini terus berjalan dengan optimal. “Kami optimis target sebanyak 157.210 peserta dapat tercapai, karena saat ini sudah terpenuhi 58,46 persen,” tambahnya.

Kelompok Usia Terutama Fokus pada Deteksi Dini

Dalam menjelaskan manfaat CKG, Anggia menekankan bahwa layanan ini dirancang untuk mendeteksi penyakit sejak dini. “Program CKG memberikan akses ke deteksi awal yang gratis, serta menjangkau warga hingga ke daerah terpencil,” ujarnya. Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga diukur dari respons masyarakat yang sangat positif.

“Berdasarkan data itu, masyarakat di semua kelompok usia sangat apresiasi memperoleh layanan CKG, karena program ini memberikan akses deteksi dini secara gratis, proaktif menjangkau warga hingga ke daerah, serta menyediakan tindak lanjut medis komprehensif bagi warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan,” ujar Anggia.

Anggia menjelaskan bahwa layanan CKG disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelompok usia. Misalnya, bagi anak sekolah, fokusnya adalah pemeriksaan gizi, gigi, mata, telinga, serta aspek kesehatan lainnya yang relevan. Sementara untuk lansia, layanan lebih mengarah pada pengecekan penyakit kronis atau gangguan fungsi organ. “Ini memastikan setiap kelompok usia mendapatkan perhatian khusus dan perlindungan kesehatan yang tepat,” katanya.

Kemitraan dengan Fasilitas Kesehatan Terdekat

Menurut Anggia, program CKG dirancang agar akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah bagi masyarakat. “Pemerintah memberikan ruang layanan yang mudah, cukup datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat dengan melengkapi data diri,” tuturnya. Dengan pendekatan ini, layanan bisa diberikan secara efisien tanpa mengorbankan kualitas.

Anggia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan CKG. Dengan adanya 12 pusat layanan kesehatan, ia yakin banyak warga, terutama yang tinggal di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat dari program ini. “Fasilitas kesehatan menjadi jembatan utama dalam menyebarkan CKG ke berbagai lapisan masyarakat,” tambahnya.

Impak Positif untuk Kesehatan Masyarakat

Program CKG tidak hanya memberikan pemeriksaan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan proaktif. Anggia mengungkapkan, keberhasilan program ini terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat, terutama di kelompok usia remaja dan dewasa. “Ini membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan sejak awal, sehingga mencegah komplikasi yang lebih serius,” jelasnya.

Menurutnya, layanan CKG juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa. “Kami kerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan peserta terlayani secara maksimal, termasuk akses tindak lanjut medis,” ujar Anggia. Dengan pendekatan ini, angka keterjangkauan layanan kesehatan bisa terus meningkat.

Target Tercapai dan Proyeksi ke Depan

Anggia menyatakan, 58,46 persen cakupan peserta yang telah tercapai menunjukkan kemajuan yang baik. Namun, ia tetap menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk menyelesaikan target yang ditetapkan. “Kami tetap optimis karena sudah ada 91.907 peserta yang memanfaatkan layanan, dan jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *