New Policy: BYD bangun 6.682 stasiun pengisian cepat di 321 kota

BYD Bangun 6.682 Stasiun Pengisian Cepat di 321 Kota

New Policy – Berita terbaru dari Jakarta menyebutkan bahwa produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 6.682 stasiun pengisian cepat (flash charger) hingga pertengahan Juni 2026. Jaringan ini menyebar ke 321 kota di berbagai wilayah Tiongkok, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur listrik untuk kendaraan bermotor. Menurut laporan Carnewschina pada Kamis (18/6) waktu setempat, setiap stasiun pengisian cepat ini mampu mengisi baterai kendaraan dalam waktu sembilan menit, mulai dari 10 persen hingga 97 persen kapasitas baterai. Daya pengisian DC mencapai 1.500 kW per konektor, menjadikannya salah satu jaringan pengisian tercepat di dunia.

Visi “Flash Charging China” dan Target Pembangunan

Program jaringan pengisian cepat BYD dimulai pada 5 Maret 2026. Saat itu, perusahaan mengumumkan visi “Flash Charging China”, yang bertujuan membentuk sistem pengisian daya ultra-cepat yang menjangkau seluruh wilayah Tiongkok. Target yang ditetapkan adalah 20.000 stasiun pengisian cepat hingga akhir tahun 2026, termasuk sekitar 2.000 unit yang akan ditempatkan di jaringan jalan tol. Jumlah ini menunjukkan upaya BYD untuk mengurangi kekhawatiran pengguna terkait waktu pengisian dan mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Ekspansi jaringan berjalan cepat di awal program. Pada 1 April 2026, hanya 27 hari setelah peluncuran, BYD telah memasang 5.000 stasiun pengisian cepat yang menjangkau 297 kota di Tiongkok. Namun, laju pertumbuhan mulai melambat dalam beberapa bulan berikutnya. Pada 5 Mei, jumlah stasiun bertambah menjadi 5.715 unit setelah penambahan fasilitas di Mongolia Dalam. Kemudian, pada 17 Mei, angka tersebut meningkat lagi menjadi 5.979 unit. Dalam satu bulan terakhir, hingga 17 Juni, penambahan 703 stasiun baru membawa totalnya mencapai 6.682 unit.

Kapitalisasi dan Kontribusi pada Penjualan

Dengan pencapaian tersebut, BYD baru memenuhi sekitar 33,4 persen dari target 20.000 stasiun hingga akhir 2026. Hal ini berarti perusahaan masih harus menambah 13.318 unit stasiun pengisian cepat di paruh kedua tahun ini. Pencapaian ini menjadi landasan bagi upaya BYD untuk meningkatkan keandalan layanan dan daya tarik produknya di pasar Tiongkok.

Analisis dari CITIC Securities menunjukkan bahwa penjualan bulanan model kendaraan yang mendukung teknologi pengisian ultra-cepat akan mencapai 20.000 hingga 30.000 unit. Kontribusi dari segmen ini diperkirakan mencapai sekitar 30 persen terhadap total penjualan tahunan BYD. Diketahui, beberapa model yang mendukung flash charging antara lain Yangwang U7, Denza N9, Fang Cheng Bao Ti3, Fang Cheng Bao Ti7, BYD Seal 07, BYD Great Tang, BYD Sealion 06, BYD Song Ultra EV, Denza Z9 GT, Yangwang U8L, BYD Han EV, dan BYD Yuan Plus. Jaringan pengisian cepat BYD saat ini dirancang khusus untuk kendaraan yang menggunakan Blade Battery generasi kedua.

Eksplorasi Pasar Global

Selain mengembangkan jaringan di dalam negeri, BYD juga menargetkan peningkatan infrastruktur pengisian di luar Tiongkok. Perusahaan berencana membangun 6.000 stasiun pengisian cepat di berbagai negara, termasuk sekitar 3.000 unit di Eropa. Pada 9 Juni, BYD meresmikan stasiun pengisian daya 1.500 kW pertama di Jerman. Serupa, perusahaan juga telah memasang stasiun pengisian dengan daya sama di Inggris. Langkah ini menunjukkan strategi BYD untuk menjangkau pasar internasional dengan teknologi inovatif.

Perluasan jaringan di luar Tiongkok tidak hanya berfokus pada Eropa, melainkan juga berbagai wilayah Asia dan Afrika. Pemasangan stasiun di luar negeri diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekspor kendaraan listrik BYD. Dengan daya 1.500 kW, pengisian bisa dilakukan dalam waktu singkat, meningkatkan kenyamanan pengguna di luar Tiongkok. Proyek ini dianggap sebagai langkah penting untuk mendukung mobilitas berkelanjutan di berbagai pasar.

Data Penjualan dan Perkembangan Jaringan

Berdasarkan data China EV DataTracker, BYD menjual 376.990 kendaraan secara global sepanjang Mei 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan, terutama di pasar Tiongkok. Jaringan pengisian cepat yang sedang dikembangkan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. BYD menargetkan bahwa infrastruktur ini akan mendukung peningkatan penjualan sepanjang 2026.

Kontribusi stasiun pengisian cepat terhadap pertumbuhan penjualan bisa dilihat dari kecepatan penggunaan teknologi. Model kendaraan yang kompatibel dengan flash charging diharapkan menjadi pilihan utama konsumen karena kemudahan pengisian dan kinerja daya. Meski saat ini hanya 33,4 persen dari target jaringan tercapai, proyek ini menunjukkan keseriusan BYD dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Dengan 6.682 stasiun yang sudah dibangun, perusahaan menggarisbawahi pentingnya infrastruktur sebagai bagian dari layanan keseluruhan.

Perspektif Masa Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *