Pakansari dan SUGBK jadi kandang timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026
Pakansari dan SUGBK jadi kandang timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026
Pakansari dan SUGBK jadi kandang timnas – Jakarta, PSSI, melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), telah mengonfirmasi bahwa timnas Indonesia akan melakoni dua pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, dalam babak grup Piala ASEAN 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF. Turnamen ini akan menjadi ajang kompetisi antarnegara di kawasan Asia Tenggara, dengan timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, serta Brunei Darussalam/Timor Leste. Dalam fase grup, Garuda akan menghadapi empat lawan, dengan dua laga kandang yang dijadwalkan pada 27 Juli dan 3 Agustus, sementara dua pertandingan tandang akan dilaksanakan di luar kota. Jika beruntung lolos ke babak semifinal, kandang timnas Indonesia akan bergeser ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai tempat untuk laga final.
Kerja sama antara PSSI dan EA Sports FC diumumkan dalam peluncuran resmi di Jakarta Selatan, Kamis. Dalam acara tersebut, Managing Director GSI Marsal Masita menjelaskan keputusan untuk menggunakan Stadion Pakansari sebagai venue pertandingan awal. Ia menyebutkan bahwa pertandingan fase grup tidak diharapkan menghadirkan banyak penonton, sehingga memilih stadion dengan kapasitas 30.000 kursi dianggap lebih efektif. “Stadion Pakansari digunakan untuk dua laga kandang fase grup, sementara SUGBK akan menjadi tempat pertandingan jika kita melangkah ke semifinal dan final,” ujar Marsal.
Latar Belakang Pemilihan Stadion Pakansari
Dalam menjelaskan alasan memilih Stadion Pakansari, Marsal Masita menegaskan bahwa stadion tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung penonton. Meski jumlah penggemar sepak bola di Indonesia tidak sebesar negara-negara lain, ia berharap pertandingan di sana tetap menarik minat masyarakat. “Kita memperkirakan pertandingan fase grup tidak akan terlalu ramai, tetapi kita tetap ingin memberikan pengalaman terbaik bagi penonton,” kata Marsal. Pemilihan Pakansari juga didasari pertimbangan infrastruktur dan ketersediaan fasilitas yang memadai untuk menjaga kualitas pertandingan.
Stadion Pakansari, yang terletak di Kota Bogor, merupakan venue yang sering digunakan dalam pertandingan kompetisi nasional. Sebelumnya, stadion ini juga pernah menjadi tempat pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Marsal menambahkan bahwa penggunaan Pakansari sejak awal turnamen memberikan kesempatan untuk membangun atmosfer kompetisi yang lebih intens. “Kita ingin menghindari gangguan dari stadion besar yang mungkin lebih sibuk selama fase grup,” jelasnya. Selain itu, pertandingan di Pakansari bisa mengurangi tekanan pada SUGBK, yang biasanya menjadi tempat utama pertandingan besar.
Sebagai tempat utama bagi timnas Indonesia, SUGBK memiliki sejarah panjang sebagai venue penting dalam kejuaraan internasional. Stadion ini memiliki kapasitas hampir 100.000 penonton dan menjadi simbol kebanggaan olahraga nasional. Marsal Masita menegaskan bahwa keputusan untuk menggunakan Pakansari di fase awal bukan berarti SUGBK tidak penting. “SUGBK adalah kandang utama kita, dan kita sangat yakin akan memanfaatkannya saat pertandingan lebih penting, seperti semifinal dan final,” tambahnya. Keberadaan dua venue ini memberikan fleksibilitas dalam menyusun jadwal dan strategi pertandingan.
Strategi Timnas Indonesia dalam Piala ASEAN 2026
Dalam rangka menghadapi Piala ASEAN 2026, timnas Indonesia juga mempertimbangkan faktor kelelahan pemain dan adaptasi atmosfer pertandingan. Pertandingan di Stadion Pakansari akan menjadi uji coba untuk mengukur kinerja tim di luar Jakarta, yang sebelumnya sering dijadikan kandang. Marsal menyebutkan bahwa keberagaman venue bertujuan untuk melatih kebugaran mental dan fisik tim, terutama ketika menghadapi lawan dari berbagai wilayah.
Terlepas dari penonton yang mungkin lebih sedikit di Pakansari, Marsal Masita percaya bahwa kehadiran fans tetap bisa menjadi dorongan semangat bagi pemain. “Meski jumlah penonton tidak sebanyak di SUGBK, kita tetap berharap suasana pertandingan tetap hidup dan mendukung pemain,” katanya. Dengan membagi laga kandang antara dua stadion, timnas Indonesia bisa menghindari kebosanan pemain dan menawarkan variasi dalam pertandingan.
Menurut Marsal, keputusan ini juga melibatkan konsultasi dengan pihak penyelenggara turnamen dan pengelola stadion. “Kita mempertimbangkan keberlanjutan pertandingan, kenyamanan pemain, serta kepastian fasilitas,” ujarnya. PSSI dan GSI berharap keputusan ini bisa meminimalkan risiko kehilangan konsentrasi dan menjaga kualitas pertandingan sepanjang turnamen.
SUGBK akan menjadi pusat perhatian ketika timnas Indonesia memasuki babak yang lebih menentukan. Selain menjadi kandang utama, stadion ini juga terkenal sebagai tempat pertandingan besar, seperti final Piala AFF 2018. “Kita yakin SUGBK bisa memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi penonton, terutama saat laga final,” tutur Marsal. Keberhasilan melangkah ke semifinal akan menjadi penentu apakah SUGBK benar-benar akan menjadi venue utama.
Dalam peluncuran kerja sama antara PSSI dan EA Sports FC, Marsal Masita juga menyebutkan bahwa keputusan menggunakan dua stadion berbeda memberikan ruang bagi strategi adaptasi. “Dengan dua kandang berbeda, timnas bisa menguji respons terhadap berbagai kondisi, baik secara atmosfer maupun secara logistik,” jelasnya. Dengan demikian, Piala ASEAN 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kekuatan timnas secara holistik.
Target Timnas Indonesia dalam Turnamen
Timnas Indonesia, yang memasuki Piala ASEAN 2026 dengan ambisi memperkuat posisi di Grup A, menargetkan penampilan terbaik dalam setiap pertandingan. Dua laga kandang di Pakansari akan menjadi titik awal untuk menunjukkan kemampuan tim di kawasan Asia Tenggara. Marsal Masita yakin bahwa kesiapan timnas bisa dites melalui pertandingan di stadion yang berbeda, termasuk adaptasi terhadap tekanan media dan atmosfer pertandingan.
Di sisi lain, SUGBK diharapkan menjadi magnet bagi penonton saat laga lebih penting. Stadion ini juga akan menjadi saksi bisu perjalanan timnas Indonesia dari fase grup ke babak semifinal, dan akhirnya ke final. “Kita sudah mempersiapkan segala sesuatu agar bisa memberikan hasil terbaik di SUGBK, terutama saat melawan tim kuat seperti Malaysia,” kata Marsal. Dengan konsistensi performa, timnas Indonesia bisa menunjukkan kredibilitasnya sebagai tim yang kompetitif di tingkat internasional.
Marsal Masita juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan EA Sports FC dalam menyusun jadwal pertandingan. “EA Sports membantu kita memastikan bahwa semua laga dirancang secara optimal, baik secara teknis maupun strategis,” tuturnya. Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan membangun citra positif bagi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Dalam rangka menyiapkan turnamen, PSSI juga memberikan per