Solving Problems: Baterai solid-state jadi kunci utama keberhasilan mobil terbang
Baterai Solid-State Jadi Kunci Utama Keberhasilan Mobil Terbang
Solving Problems – Jakarta – Teknologi baterai solid-state semakin dianggap sebagai faktor kritis dalam menentukan masa depan industri mobil terbang. Dalam wawancara dengan media Tiongkok, Yicai, pendiri dan CEO GAC Govy, Su Qingpeng, mengungkapkan bahwa pengembangan baterai jenis ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan utama dalam produksi mobil terbang secara masal. Pada Sabtu (6/6), CarnewsChina melaporkan bahwa solid-state battery diprediksi akan mengubah cara industri tersebut menghadapi masalah kritis seperti jangkauan penerbangan dan tingkat keselamatan.
Menurut Su Qingpeng, baterai solid-state tidak hanya memperbaiki efisiensi energi, tetapi juga memberikan keunggulan dalam stabilitas dan keandalan. “Teknologi ini memungkinkan mobil terbang mencapai jarak tempuh yang lebih jauh sekaligus meningkatkan keamanan operasional,” jelas Su dalam pernyataannya. Selain itu, ia menekankan bahwa solid-state battery menjadi pilar penting dalam mengarahkan industri ini menuju penerapan komersial yang masif.
“Baterai solid-state mampu menjawab dua tantangan utama mobil terbang, yakni jangkauan penerbangan yang lebih jauh dan tingkat keselamatan yang lebih tinggi,”
Perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini tengah mempercepat pengembangan produk-produk inovatif. Salah satu inisiatif utamanya adalah Govy AirCab, yang telah memasuki tahap produksi intensif sejak Mei 2026. Kini, perusahaan berharap dapat menyelesaikan serangkaian uji kelayakan terbang dan meraih Sertifikasi Tipe (TC) pada akhir tahun ini. Langkah selanjutnya adalah mendapatkan Sertifikasi Produksi (PC) pada paruh pertama 2027 sebagai syarat resmi memasuki fase produksi komersial.
Kompetensi teknis baterai solid-state mengubah perspektif industri mobil terbang. Berbeda dengan baterai lithium-ion yang umum digunakan, solid-state battery menggunakan elektrolit padat yang mengurangi risiko kebocoran cairan dan meningkatkan kapasitas penyimpanan energi. Teknologi ini juga memungkinkan pengurangan berat baterai secara signifikan, sehingga memperbaiki rasio daya terhadap berat kendaraan. Su Qingpeng menegaskan bahwa keunggulan tersebut menjadi fondasi untuk mengembangkan mobil terbang yang lebih ringan, lebih cepat, dan lebih ramah lingkungan.
Dalam konteks penerapan komersial, Su Qingpeng menyebutkan bahwa industri mobil terbang diharapkan berkembang lebih cepat dibandingkan fase awal kendaraan listrik satu dekade lalu. Jika pada masa lalu kendaraan listrik mulai tumbuh pesat ketika pangsa pasarnya mencapai 7 persen, ia optimis mobil terbang dapat mencapai siklus bisnis yang matang sebelum 2030. “Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan, meski tetap membutuhkan waktu untuk memastikan standar keselamatan dan efisiensi mencapai tingkat yang memadai,” tambah Su.
Meski optimis, Su Qingpeng tidak mengabaikan tantangan yang masih ada. Ia menyoroti bahwa setiap unit mobil terbang harus melewati serangkaian pengujian yang lebih rumit dibandingkan kendaraan konvensional. Proses validasi manufaktur dan sertifikasi penerbangan yang kompleks menjadi hambatan utama dalam skala produksi. Namun, ia meyakini bahwa pelibatan pemerintah daerah serta peningkatan investasi akan mempercepat proses ini.
Dalam perjalanan mengembangkan ekonomi ruang udara rendah, GAC Govy aktif memimpin inovasi di sektor mobilitas udara. Perusahaan ini tengah mengembangkan kendaraan listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan bantuan teknologi solid-state, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya tahan baterai, mengurangi biaya produksi, dan mempercepat proses distribusi ke pasar global.
Su Qingpeng juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur pendukung. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok menunjukkan komitmen kuat melalui regulasi yang lebih longgar dan insentif bagi pengembangan teknologi udara. Selain itu, pertumbuhan industri otomotif listrik di negara ini memberikan bantuan berarti dalam menentukan jalur pengembangan mobil terbang.
Baterai solid-state tidak hanya menjadi elemen kunci dalam mobil terbang, tetapi juga diharapkan mendorong transformasi global di bidang transportasi udara. Teknologi ini membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi emisi karbon, dan mengubah paradigma perjalanan udara. Dengan munculnya mobil terbang yang lebih aman dan efisien, industri ini bisa menjadi bagian integral dari ekosistem transportasi berkelanjutan di masa depan.
Menyusul penyelesaian sertifikasi, GAC Govy siap memasuki tahap uji coba massal. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, sebelum akhirnya mobil terbang bisa diluncurkan secara resmi. “Dengan solid-state battery, kita bisa menawarkan solusi transportasi yang lebih cerdas dan hemat energi,” pungkas Su Qingpeng, menegaskan bahwa inovasi ini akan menjadi penggerak utama perubahan dalam industri mobilitas udara.