Yang Dibahas: Piala Presiden 2026 bisa saja gunakan format baru
Piala Presiden 2026 Mungkin Gunakan Format Berbeda
Jakarta – Mengenai penyelenggaraan Piala Presiden 2026, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa turnamen tersebut bisa saja menggunakan skema yang berbeda dari sebelumnya. “Kami sedang merancang ulang, dan Pak Ara (Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025) memiliki komitmen untuk memperbaikinya,” ujarnya usai acara penutupan edisi 2025 di Jakarta, Minggu.
“Intinya, kita ingin gubernur dan bupati terlibat lebih aktif, agar kegiatan ini bisa terus berkembang. Formatnya kita masih diskusikan,” tambah Erick.
Sebelumnya, tujuh kali penyelenggaraan Piala Presiden melibatkan enam hingga 20 klub, termasuk tim dari Liga 1, Liga 2, serta beberapa yang berasal dari luar negeri. Skema pertandingan biasanya dimulai dari babak grup, lalu juara dan runner-up lolos ke babak babak penyisihan, hingga perempat final dan final.
“Piala Presiden 2025 kali ini hanya diikuti enam tim, dan dimenangkan Port FC dari Thailand setelah mengalahkan Oxford United di babak final,” jelas Erick.
Menurut Erick, Piala Presiden 2026 mungkin tidak diadakan di bulan Juli seperti tahun lalu karena ada Piala Dunia 2026. “Belum jelas, karena tahun ini memang kompleks, ada kejuaraan internasional,” katanya.
“Kehadiran Oxford dan Port tahun lalu memberi kesan positif. Mereka ingin kembali, tapi kita lihat dulu formula dan format yang cocok,” lanjut Erick.
Di sisi lain, Maruarar Sirait mengapresiasi komitmen PSSI dalam menggelar turnamen tersebut. “Kesuksesan Piala Presiden berasal dari kolaborasi tim, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, serta pemerintah daerah, TNI, dan Polri,” tuturnya.
“Ingat, dalam sepak bola tidak ada superman. Yang ada adalah super tim, yang terbentuk dari semua pihak di ekosistem olahraga ini,” kata Ara.