Rencana Khusus: Oposisi Jepang usulkan pemerintah impor minyak dari Rusia
Oposisi Jepang usulkan pemerintah impor minyak dari Rusia
Tokyo – Seorang anggota dewan oposisi Jepang menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan impor minyak dari Rusia saat harga energi meningkat dan pasokan tetap stabil. Menurut anggota parlemen dari Partai Demokrat Konstitusional, Hitoshi Goto, negara itu memiliki kapasitas ekspor yang cukup untuk dimanfaatkan. Ia menjelaskan bahwa Rusia merupakan produsen minyak terbesar di dunia, dan negara-negara seperti India serta Korea Selatan telah mulai menjajaki pengiriman dari sana, tambahnya.
“Rusia adalah produsen minyak terbesar dunia dan memiliki kapasitas untuk melakukan ekspor, bahkan India dan Korea Selatan telah pun mulai menjajaki pengiriman minyak dari sana,” ujarnya.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, tidak langsung memberikan jawaban pasti atas usulan tersebut, tetapi menegaskan bahwa keputusan mengenai impor minyak dari Rusia akan mempertimbangkan kepentingan nasional serta upaya mempercepat perdamaian di Ukraina. Ia juga menyatakan bahwa langkah ini akan diambil setelah koordinasi dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara dalam Kelompok Tujuh (G7).
Karena konflik di Ukraina, Jepang telah menghentikan pembelian minyak secara rutin dari Rusia. Namun, negara tersebut masih menerima pasokan terbatas melalui proyek energi Sakhalin-2. Sebagai contoh, perusahaan penyulingan Taiyo Oil dilaporkan mengimpor sekitar 600.000 barel minyak Sakhalin Blend pada musim panas lalu, yang menjadi pengiriman pertama sejak 2023.