Latihan Maritim Indonesia-China: Diplomasi Laut yang Memperkuat Hubungan Bilateral
Pemandanganindah.com – Kemlu – Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai negara maritim melalui serangkaian latihan bersama dengan kekuatan laut regional. Kegiatan terbaru antara Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China menandai komitmen kedua negara dalam membangun kerja sama pertahanan yang berkelanjutan. Latihan ini bukan sekadar prosesi teknis, melainkan bagian integral dari strategi diplomasi maritim yang dijalankan Indonesia di kancah internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa interaksi antar-angkatan laut merupakan wujud nyata dari pendekatan Indonesia terhadap hubungan internasional. Menurutnya, laut memiliki peran ganda sebagai jalur konektivitas dan ruang untuk membangun kepercayaan timbal balik antar-negara. Pendekatan ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara kepulauan yang menempatkan laut sebagai pusat kehidupan dan diplomasi.
“Bagi Indonesia, interaksi semacam itu adalah bagian dari diplomasi maritim. Laut itu bukan hanya ruang yang menghubungkan negara-negara, tetapi juga adalah ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya,” kata Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Passing Exercise: Tradisi Naval Diplomacy
Latihan passing exercise atau passex yang dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama Kapal AL China Honghe merupakan praktik standar dalam operasi angkatan laut dunia. Kegiatan ini melibatkan pertemuan dua kapal perang saat melintasi wilayah perairan negara lain, dengan tujuan membangun hubungan profesional dan menunjukkan goodwill. Berbeda dengan latihan tempur skala besar, passex bersifat terbatas dan fokus pada koordinasi teknis antar-kapal.
Jubir Kemlu menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai simulasi pertempuran. Sebaliknya, passex berfungsi sebagai medium diplomasi yang memungkinkan angkatan laut dari berbagai negara berinteraksi secara langsung. Bentuk interaksi ini mencerminkan naval brotherhood atau persaudaraan antar-angkatan laut yang telah berlangsung selama berabad-abad.
“Passing exercise bukanlah latihan tempur,” tegas Yvonne.
Konteks Geopolitik dan Regional
Latihan gabungan ini berlangsung di perairan strategis sebelah timur Pulau Taiwan, menghadap Samudera Pasifik dan Laut Filipina. Lokasi ini memiliki signifikansi geopolitik mengingat posisi silang antara jalur pelayaran internasional dan kawasan Asia Timur. Keterlibatan Indonesia dalam latihan di wilayah ini menunjukkan peran aktif sebagai negara maritim yang tidak hanya fokus pada perairan domestik, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas regional.
Kementerian Pertahanan China mengonfirmasi bahwa seluruh materi latihan telah diselesaikan pada Rabu pagi, 12 Agustus, waktu setempat. Kapal Honghe dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 membentuk formasi kapal dan melaksanakan serangkaian kegiatan teknis. Latihan mencakup komunikasi di laut, manuver formasi kapal, pengisian perbekalan di laut, serta upacara pemisahan formasi sebagai penutup kegiatan.
Hubungan dengan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif
Yvonne Mewengkang memastikan bahwa latihan RI-China ini konsisten dengan politik luar negeri bebas-aktif yang telah menjadi prinsip fundamental diplomasi Indonesia sejak era kemerdekaan. Pendekatan ini memungkinkan Indonesia membina hubungan konstruktif dengan berbagai negara mitra tanpa terikat pada blok tertentu. Kerja sama dengan China dalam bidang pertahanan merupakan salah satu contoh nyata implementasi kebijakan ini.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menambahkan bahwa passex merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut dunia. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang. Hubungan profesional antara TNI AL dengan angkatan laut negara sahabat, termasuk China, telah berlangsung selama bertahun-tahun melalui berbagai forum dan latihan bersama.
“Passing exercise merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” kata Tunggul.
Konteks Perjalanan KRI I Gusti Ngurah Rai-332
Latihan dengan kapal China ini terjadi di tengah pelayaran pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menuju Indonesia. Sebelumnya, kapal perang tersebut telah menyelesaikan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan intensitas operasi angkatan laut Indonesia di perairan internasional dan komitmen untuk membangun hubungan multilateral di berbagai kawasan.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kepentingan strategis dalam menjaga konektivitas maritim dan stabilitas kawasan. Melalui latihan-latihan seperti passex, Indonesia tidak hanya memperkuat kemampuan teknis angkatan laut, tetapi juga membangun jaringan diplomasi yang lebih luas. Kerja sama dengan negara-negara seperti China dan Rusia mencerminkan pendekatan Indonesia yang inklusif dalam membangun hubungan pertahanan di era kontemporer.
Dengan terus mengembangkan diplomasi maritim, Indonesia berupaya memastikan bahwa laut tetap menjadi ruang perdamaian dan kerja sama, bukan hanya jalur perdagangan dan transportasi. Latihan bersama angkatan laut negara lain merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan dan stabilitas regional yang berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemlu?
Kemlu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemlu matter?
Kemlu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

