What Happened During: Atalanta resmi tunjuk Maurizio Sarri jadi pelatih baru
Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri Jadi Pelatih Baru
What Happened During – Jakarta – Klub sepak bola Serie A, Atalanta, mengumumkan pengangkatan Maurizio Sarri sebagai pelatih utama mereka setelah mantan pelatih Lazio, klub ibu kota Italia, memutus hubungan kerja. Sarri, yang berusia 67 tahun, akan memimpin tim La Dea untuk pertandingan musim depan. Pengumuman ini dilakukan melalui situs resmi klub pada Senin, menandai pengakhiran periode kepelatihan Sarri di Lazio yang berlangsung sejak Mei 2026.
Karier Sarri yang Berkesan
Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang memiliki pengalaman luas di dunia sepak bola. Dalam sepanjang karier kepelatihannya, ia telah memimpin lebih dari 800 pertandingan profesional, dengan prestasi mencakup gelar Liga Europa UEFA dan keberhasilan memenangkan Serie A. Dalam pernyataan resmi, Atalanta mengungkapkan rasa puas terhadap penunjukan Sarri, dengan menekankan kontribusi signifikan yang telah ia berikan sepanjang karier.
“Atalanta dengan senang hati mengumumkan penunjukan Maurizio Sarri sebagai pelatih kepala tim utama. Sepanjang karier kepelatihannya yang gemilang, Sarri telah menangani lebih dari 800 pertandingan profesional, dengan koleksi trofi yang mencakup gelar Liga Europa UEFA dan gelar Serie A,” demikian pernyataan Atalanta melalui situs resmi klub pada Senin.
Pelatih asal Italia ini menggantikan Raffaele Palladino, yang dipecat pekan lalu bersama tujuh anggota tim pelatihnya. Kepergian Sarri dari Lazio juga menjadi akhir dari era kedua perannya di klub tersebut. Sebelumnya, ia menjabat sebagai pelatih pada Mei 2026, setelah mengakhiri kontrak pertama pada akhir musim 2025/26. Kehadiran Sarri menandai pergantian pelatih ketiga Atalanta dalam waktu satu tahun, setelah Gian Piero Gasperini dan Ivan Juric.
Atalanta, klub asal Bergamo, sempat menikmati stabilitas selama sembilan tahun di bawah bimbingan Gasperini. Pelatih berusia 64 tahun itu membawa tim meraih pencapaian bersejarah, seperti lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2013 dan memenangkan Liga Europa 2024. Namun, setelah Gasperini hengkang, klub mengalami periode yang kurang sukses. Juric dipecat sebelum Palladino ditunjuk pada November 2025, dan di bawah arahan Palladino, Atalanta hanya mampu menempati peringkat ketujuh Serie A musim 2025/26. Hasil ini memperparah performa mereka, dengan posisi terendah di liga sejak musim 2021/22.
Jejak Karier Sarri di Berbagai Klub
Sarri bukanlah pelatih baru untuk sepak bola Italia. Sebelum bergabung dengan Atalanta, ia telah melatih Empoli, Napoli, Juventus, dan Lazio. Di luar Italia, ia juga pernah memimpin Chelsea pada musim 2018/19, di mana tim Inggris tersebut sukses meraih gelar Liga Europa. Kehadirannya di Stamford Bridge hanya berlangsung sekitar satu musim, namun hasilnya cukup mengesankan.
Setelah meninggalkan Chelsea, Sarri kembali ke Italia untuk melatih Juventus. Di sana, ia membawa tim meraih kemenangan pertama dalam karier kepelatihannya, yaitu gelar Serie A musim 2019/20. Meski sukses, prestasi tersebut tidak cukup menghindarkan Juventus dari kesuksesan keterpurukan. Juventus tersingkir dari Liga Champions pada babak 16 besar, yang membuat Sarri dipecat setelah musim berakhir.
Dari Juventus, Sarri pindah ke Lazio pada Juni 2021. Di klub Biancocelesti, ia mencoba membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Dalam dua musim kepelatihan, Lazio berhasil finis di peringkat kelima dan kedua Serie A. Namun, pada Maret 2024, Sarri mengundurkan diri, sebelum kembali ke Lazio 15 bulan kemudian. Di sana, ia memimpin tim hingga Mei 2026, ketika akhirnya menerima tawaran dari Atalanta.
Perspektif Baru untuk La Dea
Penunjukan Sarri diharapkan menjadi pengaruh positif bagi Atalanta, yang ingin kembali ke jalur keberhasilan. Sebagai pelatih dengan rekam jejak gemilang, Sarri dikenal memiliki gaya permainan yang dinamis dan mampu mengubah skema tim. Pemimpin La Dea ini diperkirakan akan membawa strategi baru, terutama dalam mengejar target mengembalikan prestasi yang sempat terganggu setelah era Gasperini berakhir.
Kehadiran Sarri juga memperkuat kepercayaan Atalanta pada strategi permainan yang berbasis inovasi. Dalam beberapa tahun terakhir, klub tersebut terus berusaha membangun tim yang kompetitif, baik di Liga Europa maupun Liga Champions. Sarri, dengan pengalamannya mengelola klub-klub besar, dianggap mampu mengarahkan La Dea menuju level yang lebih tinggi. Dengan keahlian di bidang manajemen tim dan pengalaman memenangkan trofi, pelatih ini menjadi pilihan yang strategis untuk musim depan.
Sarri sekarang memiliki tantangan baru, terutama menghadapi kompetisi yang ketat di Serie A. Atalanta, yang dikenal sebagai klub yang mampu bersaing di level elite, ingin memastikan bahwa tata kelola tim dan strategi permainan tetap terjaga. Dengan latar belakang yang kaya, Sarri diharapkan mampu memperkuat struktur tim dan membangun atmosfer yang positif untuk para pemain. Pemimpin baru ini juga dikenal memiliki kemampuan dalam memotivasi dan membangun hubungan baik dengan para pemain, yang bisa menjadi faktor penting dalam peningkatan performa.
Keputusan Atalanta untuk memilih Sarri menunjukkan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas tim. Dengan pengalaman di berbagai klub, termasuk sejumlah prestasi besar, Sarri dianggap sebagai pelatih yang mampu memimpin La Dea menuju kesuksesan. Para penggemar sepak bola Italia menantikan langkah-langkah awal Sarri di Atalanta, dengan harapan klub bisa kembali menjadi pesaing utama di Serie A dan Liga Champions.
Sarri sekarang menjadi pelatih kelima yang pernah menangani Atalanta. Sebelumnya, klub tersebut dipimpin oleh Gian Piero Gasperini, yang mencetak sejarah dengan keberhasilan di Liga Europa 2024. Namun, kini tugas berat jatuh ke bahu Sarri untuk mengembalikan kejayaan tersebut. Pemimpin baru ini akan diuji dalam beberapa pertandingan krusial, termasuk pertandingan pembuka musim dan laga-laga penting di kompetisi tingkat internasional.
Keberhasilan Sarri di masa lalu, baik di Italia maupun Eropa, memberikan kepercayaan bahwa ia mampu menghadapi tantangan baru. Sejak kembali ke Italia, ia telah menunjukkan kemampuan memimpin tim besar, termasuk Juventus dan Lazio. Kini, dengan keahlian yang sama, Sarri diberikan kesempatan untuk mengubah nasib Atalanta. Para penggemar klub optimis bahwa pengalaman Sarri akan membawa dampak yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kualitas pertandingan dan hasil akhir mus