Kebijakan Baru: Pasar Jaya kebut digitalisasi pasar, target 110 rampung tahun Ini
Pasar Jaya Tingkatkan Digitalisasi, Target 110 Pasar Selesai Tahun Ini
Jakarta – Perumda Pasar Jaya terus berupaya mempercepat proses transformasi digital pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta. Proyeksi mereka adalah sebanyak 110 pasar dapat mengadopsi sistem digital pada akhir tahun ini. “Saat ini, 60 pasar telah berhasil dilakukan transformasi digital, dan kami berharap menambah sekitar 50 pasar lagi tahun ini. Dengan demikian, target 110-an pasar selesai tahun ini,” jelas Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, saat berbicara di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu.
Agus menjelaskan bahwa hingga fase ketiga program, sejumlah 60 pasar dari total 153 pasar yang dikelola perusahaan tersebut telah mencapai kemajuan dalam penerapan digitalisasi. “Kami mulai dari Juli 2025, kemudian Desember 2025, dan sekarang dalam tahap ketiga. Sampai saat ini, 60 pasar dari total 153 telah dilakukan perubahan,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital. “Digitalisasi pasar tahap ketiga ini memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan sistem pembayaran non-tunai, layanan perbankan, dan meningkatkan pemahaman keuangan para pedagang,” ujar Agus.
“Langkah percepatan yang kita lakukan adalah koordinasi intensif dengan OJK Jabodebek, Bank Indonesia, serta mitra perbankan lainnya. Selain itu, kita terus memberikan edukasi kepada para pedagang,” tutur Agus.
Agus menjelaskan bahwa edukasi menjadi elemen penting dalam program ini. Meski masih ada kecemasan beberapa pedagang terhadap keamanan transaksi digital, respons mereka cukup positif. “Kita percaya bahwa kepercayaan pedagang meningkat karena program didukung oleh lembaga resmi seperti Bank Indonesia dan OJK yang menjamin perlindungan sistem serta pengawasan ketat,” katanya.
Dengan adopsi sistem digital, pedagang mendapat manfaat seperti transaksi lebih mudah, pencatatan keuangan yang lebih terorganisir, serta potensi peningkatan pendapatan melalui akses pembayaran yang lebih luas. Perumda Pasar Jaya juga berencana melanjutkan program ke tahap keempat, dengan mengembangkan lebih banyak pasar. Usulan tersebut akan kembali diajukan kepada OJK Jabodebek untuk percepatan realisasi.
Kolaborasi antara regulator, lembaga keuangan, dan pengelola pasar dinilai sebagai faktor kunci dalam keberhasilan transformasi ini. “Dukungan dari mitra strategis seperti OJK, Bank Indonesia, Himbara, Bank DKI, serta platform pembayaran swasta memastikan program bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkas Agus.