Rencana Khusus: Pramono: Sinergi DKI-Muhammadiyah perkuat Jakarta sebagai kota global
Pramono: Sinergi DKI-Muhammadiyah perkuat Jakarta sebagai kota global
Dalam upaya membangun Jakarta menjadi kota global, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi Muhammadiyah. Ia berharap sinergi ini terus diperkuat, menciptakan hubungan berkelanjutan yang mampu menghasilkan kota yang inklusif serta kompetitif.
Kerja sama ini diharapkan bisa memperkuat kepercayaan masyarakat, seperti yang terlihat dalam berbagai proyek pembangunan. Banyak inisiatif di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi warga, bahkan tanpa bergantung pada dana APBD. Contohnya, pembangunan taman, halte, serta ruang publik yang semakin terorganisir dan hijau. Pramono mengatakan hal ini menunjukkan hasil dari kolaborasi yang saling mendukung.
“Saya mendapat dukungan khususnya dari Bapak Ahmad Abubakar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 penduduk Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa bantuan beliau dan jaringan yang dimiliki,” ujar Pramono.
Pramono juga menyebutkan bahwa Muhammadiyah telah lama berperan sebagai pilar penting dalam menguatkan umat dan bangsa. Salah satu contohnya adalah tradisi halalbihalal, yang dianggapnya sebagai bagian dari sejarah organisasi tersebut.
“Majalah Suara Muhammadiyah pada 1924 menggunakan istilah ‘Chalal bil Chalal’, yang kemudian berkembang menjadi ‘Alal Bahalal’ sebagai ajang silaturahmi untuk menggabungkan dan menyatukan perbedaan, baik di keluarga maupun masyarakat. Jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi ini, atau menganggapnya sebagai bid’ah, kondisi masyarakat hari ini akan sangat berbeda,” tambahnya.
Menurut Pramono, konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai tempat yang menerima semua kalangan. Ia menekankan bahwa kota ini harus menjadi rumah bagi berbagai golongan, agama, dan kelompok, yang dihargai secara adil dan terbuka.