Agenda Utama: Isi Pertemuan 3,5 Jam Prabowo Bareng Mantan Presiden-Ketum Parpol
Isi Pertemuan 3,5 Jam Prabowo Bareng Mantan Presiden-Ketum Parpol
Di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam, Prabowo Subianto, mantan presiden, mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh. Hadir dalam diskusi ini adalah mantan wakil presiden, ketua umum partai politik, serta mantan menteri luar negeri. Masa pertemuan mencapai 3,5 jam, dimulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB, membahas dinamika geopolitik global yang semakin memanas akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Peran PBB dan Tatanan Dunia
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyampaikan, Prabowo mengulas perkembangan dunia terkini, dengan fokus pada serangan AS dan Israel terhadap Iran. Menurut Hassan, sistem tatanan dunia saat ini tidak lagi mampu memberikan keadilan bagi negara-negara yang menjadi korban perang.
“PBB sudah tidak berperan, dan aturan atau rule based order hanya on paper. Tidak ada kekuatan pemaksa, terlebih jika melibatkan negara-negara besar,”
ujarnya.
Kalimat Indonesia dan Tantangan Mediasi
Perwakilan tokoh bangsa juga memperkirakan dampak perang terhadap pasokan minyak dan gas global. Hassan menjelaskan, perang berpotensi berlangsung lama karena reaksi perlawanan di Timur Tengah akan semakin membesar. “Reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar, dan karena itu perang berlangsung lama,”
Terkait kemungkinan Indonesia menjadi penengah, Hassan menambahkan bahwa peran mediator membutuhkan dukungan dari kedua belah pihak. Sampai saat ini, ia belum melihat indikasi tanda-tanda penerimaan tersebut. “Kami menyampaikan kembali keinginan Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima,”
Evakuasi WNI dari Iran
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan telah memerintahkan Duta Besar RI di Tehran untuk segera mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bersedia kembali ke tanah air. “Tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran, dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,”
Sugiono juga menyebutkan telah berkomunikasi langsung dengan Menlu Iran pada Senin (2/3/2026). Ia menilai kegagalan perundingan mengakibatkan peningkatan eskalasi konflik, yang membuat Indonesia perlu lebih aktif dalam menjaga kepentingan nasional.