Program Terbaru: Karir Militer Try Sutrisno, Sempat Gagal di Tes Fisik hingga Menarik Perhatian Mayjen GPH Djatikusumo & Ajudan Soeharto

Karir Militer Try Sutrisno: Dari Gagal Tes Fisik Hingga Jadi Panglima ABRI

Try Sutrisno, mantan Jenderal TNI, meninggal dunia pada usia 90 tahun setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat selama dua minggu akibat dehidrasi. Meninggal Senin 2 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, ia akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari yang sama.

Jenazah Try Sutrisno akan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa dan diberikan penghormatan khusus oleh Istana, RSPAD Gatot Soebroto, Garnisun Jakarta, serta Kemeterian Sekretariat Negara. Sebelum wafat, ia sempat dikenang oleh Prabowo dalam pidatonya, yang menyebutkan:

Dalam pidatonya, Prabowo keras mengiingatka

Karier Try Sutrisno di dunia militer dianggap luar biasa. Lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) tahun 1959 ini memulai perjalanan dari bawah, termasuk mengikuti perang melawan pemberontak PRRI di Sumatra pada 1957. Meski awalnya mengalami hambatan, ia berhasil membangkitkan kariernya setelah menarik perhatian Mayjen Gusti Pangeran Harya (GPH) Djatikusumo, Kasad pertama periode 1948-1949.

Dikutip dari sumber, Try Sutrisno sempat gagal dalam tes fisik saat mendaftar ke ATEKAD beberapa tahun silam. Namun, kesabaran dan kemampuan psikologisnya akhirnya membuat Djatikusumo memanggilnya untuk mengikuti pemeriksaan ulang di Bandung. Di sana, ia bertemu dengan Benny Moerdani dan diterima sebagai anggota ATEKAD.

Usai pensiun dari jabatan Panglima ABRI pada 1993, Try Sutrisno tak pernah berniat menjadi wakil presiden. Namun, setelah beberapa tahun menjalani tugas di berbagai wilayah seperti Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur, ia naik jabatan menjadi Kepala Staf Kodam V/Jaya pada 1982. Tahun 1986, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, lalu menjabat Kadislatif TNI AD tahun berikutnya.

Dalam jabatan Kasad, Try membentuk Ban Tabungan Wajib Perumahan TNI AD guna mendukung prajurit membeli rumah. Dua putra beliau, Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi dan Letjen Kunto Arief Wibowo, juga terlibat dalam dunia militer.

Meski terkenal karena perannya sebagai ajudan Soeharto, Try Sutrisno tidak dianggap ambisius. Ia dianggap sosok yang menjalani perjuangan dengan integritas, termasuk peran penting dalam mengamankan peristiwa Tanjung Priok. Jejak pengabdian dan perannya dalam memulihkan populasi gajah Sumatra menjadi bagian dari warisan abadi dalam sejarah TNI dan bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *