Agenda Kunjungan: Ahok Saksi Sidang Korupsi Pertamina : Lapangan Golf Tempat Negosiasi Minyak Paling Murah

Ahok Saksi Sidang Korupsi Pertamina : Lapangan Golf Tempat Negosiasi Minyak Paling Murah

Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus korupsi Pertamina. Pada Selasa (27/1), ia memberikan kesan bahwa lapangan golf menjadi lokasi negosiasi minyak yang sangat efisien. “Golf adalah tempat diskusi yang paling sehat dan ekonomis,” ujarnya, menambahkan bahwa biaya untuk menjamu pengusaha minyak di sana jauh lebih terjangkau.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga mengungkapkan bahwa klub malam tidak efektif untuk menjamu para pengusaha. Ia menekankan bahwa bermain golf tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga membantu proses negosiasi. “Para pengusaha minyak dari Amerika, seperti Exxon dan Chevron, lebih senang bermain golf,” jelasnya. Ahok mengaku turut serta dalam kegiatan tersebut untuk berdiskusi harga minyak dan mempelajari permainan golf.

“Negosiasi dengan Exxon misalnya, memang dilakukan di lapangan golf,” tambah Ahok, yang sedang menjadi saksi dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah serta produk kilang periode 2018-2023.

Dalam kasus ini, sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka meliputi Muhammad Kerry Adrianto (pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa), Agus Purwono (Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional), Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping), Gading Ramadhan Juedo (Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi), serta Dimas Werhaspati (Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara). Tersangka lain adalah Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga 2023), Maya Kusuma (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga 2023), Edward Corne (Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga 2023-2025), dan Sani Dinar Saifudin (Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertamina Internasional 2022-2025).

Kasus korupsi Pertamina diperkirakan telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp285,18 triliun. (Ant/H-4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *