Kantongi Izin India – Kapal Perang Iran Tetap Jadi Sasaran Torpedo AS

Kapal Perang Iran Tetap Jadi Korban Torpedo AS Meski Mendapat Izin

Dari New Delhi, KOMPAS.com – Pemerintah India memaparkan informasi terkini mengenai tenggelamnya kapal selam AS yang menargetkan kapal perang Iran, IRIS Dena. Kapal fregat kelas Moudge itu tenggelam setelah terkena torpedo yang ditembakkan di perairan selatan Sri Lanka, Rabu (4/3/2026). Meski India memberikan izin untuk pendaratan tiga kapal Iran di wilayahnya, kejadian serangan tetap terjadi.

“Iran mengajukan permintaan pendaratan tiga kapal di kawasan tersebut pada 28 Februari 2026. Izin diberikan secara resmi pada 1 Maret,” kata Menteri Luar Negeri India S Jaishankar di hadapan parlemen, Senin (9/3/2026).

Kapal-kapal tersebut sebelumnya mengikuti latihan militer di Visakhapatnam, 15-25 Februari. Setelah meninggalkan perairan India pada 25 Februari, mereka diduga berada di zona internasional saat perang memicu ketegangan pada 28 Februari. Pergerakan mereka dari 1 hingga 4 Maret masih belum jelas.

Sinyal GPS sekitar 1.000 kapal hilang di wilayah Timur Tengah, memperumit navigasi. Serangan terhadap IRIS Dena terjadi di perairan internasional, sekitar 20 mil laut barat Galle, Sri Lanka. Insiden ini menewaskan 87 dari 130 awak kapal.

“Ini adalah pertama kalinya kapal musuh ditenggelamkan oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” tegas Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Menurut catatan sejarah, Inggris dan Pakistan pernah melakukan serupa setelah tahun 1945. Dua kapal Iran lainnya, IRIS Lavan dan IRIS Bushehr, berhasil selamat. IRIS Lavan bersandar di pelabuhan Kochi, India, pada 4 Maret. Sementara IRIS Bushehr diberi perlindungan di Sri Lanka setelah mengalami gangguan mesin.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik tindakan AS. Dia menegaskan bahwa kapal Iran berada di perairan internasional dan tidak diberi peringatan sebelum diserang. “AS melakukan kekejaman laut, 2.000 mil jauh dari pesisir Iran,” ujarnya.

Kapal IRIS Dena menjadi salah satu dari 20 kapal Iran yang tenggelam sejak serangan AS-Israel. Kejadian ini memperburuk ketidakstabilan navigasi di Selat Hormuz, dengan kehilangan sinyal GPS memperlihatkan dampak perang yang meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *