Program Terbaru: Trump Pastikan AS Segera Terjunkan Pengawalan di Selat Hormuz, Kapan Mulai?

Trump Pastikan AS Segera Terjunkan Pengawalan di Selat Hormuz, Kapan Mulai?

Washington DC, KOMPAS.com—Amerika Serikat (AS) akan segera meluncurkan pengawalan kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz. Hal itu diungkapkan oleh Presiden AS Donald Trump saat diwawancarai wartawan, Sabtu (14/3/2026), dalam tengah ketegangan perang dengan Iran yang sudah berlangsung dua pekan terakhir.

Perang Iran dan Penyebabnya

Perang dengan Iran dimulai setelah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Pihak Iran membalas dengan mengirimkan serangan ke berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk memutus akses laut melalui Selat Hormuz. Jalur sempit ini menjadi titik paling berisiko dalam konflik tersebut.

“Ini akan terjadi dalam waktu dekat, sangat cepat,” kata Trump ketika ditanya tentang kapan AS akan benar-benar melakukan pengawalan.

Walaupun menegaskan rencana tersebut, Trump tidak menyebutkan jadwal spesifik, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright mengakui militer AS belum siap melindungi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

“Operasi pengawalan akan dimulai segera, tetapi tidak bisa dilakukan hari ini. Kami masih dalam proses persiapan,” jelas Wright saat berbicara kepada CNBC pada Kamis (12/3/2026).

Strategi Iran dan Dampak Ekonomi Global

Selat Hormuz terbukti menjadi senjata strategis Iran. Data dari PBB menunjukkan aliran kapal tanker melalui jalur ini turun hingga 97 persen sejak AS-Israel menyerang pada 28 Februari 2026. Sebanyak 20 persen pasokan minyak global mengalir melalui jalur sempit ini.

“Iran kalah dalam persenjataan, tidak mungkin mereka menang dalam konfrontasi langsung,” ujar Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez.

Vaez menambahkan bahwa Teheran telah mempersiapkan strategi untuk memperluas konflik ke dimensi ruang dan waktu sejak perang singkat pada Juni tahun lalu. “Jika Iran mampu mengguncang ekonomi dunia, Trump akan menjadi pihak pertama yang ‘berkedip’ (menyerah),” katanya.

Sementara itu, Iran meluncurkan rudal ke Israel dini hari, memperlihatkan kemampuan militer mereka untuk menegakkan perang panjang. Langkah ini menegaskan bahwa konflik akan terus berlangsung hingga situasi mencapai titik puncak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *