New Policy: BAKTI siap sokong konektivitas digital SR dan KDMP di area 3T
BAKTI Siap Dorong Konektivitas Digital untuk SR dan KDMP di Wilayah 3T
New Policy – Jakarta – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Kemkomdigi) telah menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat jaringan digital di daerah-daerah yang termasuk dalam kategori 3T, yaitu terpencil, terdepan, dan terluar. Direktur Utama BAKTI, Fadhillah Mathar, mengungkapkan bahwa institusinya sedang mengelola berbagai infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat (SR) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Infrastruktur Digital untuk Wilayah Tertinggal
Menurut Fadhillah, infrastruktur seperti Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA 1) menjadi salah satu pilar penting dalam menjembatani akses internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Saat ini, jaringan satelit ini telah mencakup lebih dari 31 ribu titik layanan, yang diperkirakan mampu mempercepat realisasi program nasional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan ekonomi desa. “SATRIA 1 memberikan fondasi kuat untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat, digitalisasi pendidikan, serta memperkuat ekosistem ekonomi desa, terutama di wilayah yang masih kurang mendapatkan akses internet yang memadai,” jelas Fadhillah, yang dikenal dengan sapaan akrab Indah, dalam wawancara dengan ANTARA pada Kamis.
“Dengan jangkauan yang luas, infrastruktur ini bisa memastikan layanan digital bisa tersedia untuk segala jenis aktivitas, termasuk pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” kata Indah.
Perluasan Jangkauan SATRIA 1
Menurut laporan terbaru BAKTI, hingga 5 Juni 2026, jumlah lokasi yang terhubung melalui konektivitas digital menggunakan SATRIA 1 mencapai 31.803 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.718 lokasi merupakan fasilitas pendidikan, sementara 6.353 titik disediakan untuk keperluan pemerintahan. Layanan kesehatan, pertahanan, keamanan, pusat kegiatan masyarakat, dan tempat ibadah juga telah masuk dalam cakupan jaringan ini, masing-masing berjumlah 1.880, 528, 488, dan 437 titik. Tercatat pula 399 titik lainnya yang dimanfaatkan untuk sektor pariwisata, usaha, serta transportasi publik.
Kontribusi BAKTI untuk Program Prioritas
Dengan luasnya cakupan jaringan digital, BAKTI berkomitmen untuk menjadi pendukung utama program-program nasional yang bertujuan membangun ekosistem desa. Indah menambahkan bahwa pihaknya terus memperluas jaringan untuk memastikan fasilitas seperti SR dan KDMP bisa berjalan optimal. “Konektivitas digital akan menjadi bagian integral dari pembangunan di daerah-daerah yang kurang terlayani,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan untuk Keluarga Terbawah
Program Sekolah Rakyat (SR) merupakan inisiatif yang bertujuan menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga ekonomi rendah. Peserta program ini diberikan akses untuk menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Hingga Juni 2026, SR telah dioperasikan di 266 titik secara nasional, dengan jumlah peserta didik yang terdaftar mencapai 14.913 siswa. Target jangka panjang pemerintah adalah menyediakan layanan ini di lebih banyak wilayah, terutama di daerah 3T.
Koperasi Desa Merah Putih: Gerakan Ekonomi Lokal
Di sisi lain, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang untuk membangun perekonomian dari tingkat desa. Program ini merupakan inisiatif yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, dengan target pembentukan sekitar 20.000 hingga 30.000 koperasi pada Agustus 2026. Indah menjelaskan bahwa pemerintah sedang fokus pada pengembangan KDMP untuk meningkatkan daya saing ekonomi desa, serta memastikan setiap koperasi dapat beroperasi secara efektif melalui infrastruktur digital yang memadai.
Strategi BAKTI untuk Wilayah Terdepan
Menurut Indah, selain SATRIA 1, BAKTI juga terus mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk memastikan akses internet mencakup seluruh wilayah terdepan. Upaya ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan digital dan mempercepat penyebaran informasi, serta memfasilitasi transaksi ekonomi. “Kita memperhatikan bahwa jaringan internet bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Konektivitas digital yang kuat menjadi kunci untuk mendorong transformasi digital di Indonesia. BAKTI berperan penting dalam menyelesaikan masalah akses internet di wilayah 3T, termasuk desa-desa yang belum terjangkau oleh jaringan utama. Upaya ini diharapkan bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan 31.803 titik layanan yang telah terhubung, BAKTI membuktikan komitmennya dalam menyukseskan program-program prioritas pemerintah.
Sementara itu, program SR dan KDMP menjadi dua contoh nyata bagaimana infrastruktur digital bisa digunakan untuk tujuan sosial dan ekonomi. Pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa memastikan akses kesetaraan dalam bidang pendidikan. Sementara KDMP memberikan peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah, serta meningkatkan kemandirian ekonomi. Kedua program ini membutuhkan dukungan teknologi untuk bisa berjalan secara optimal.
Kesiapan BAKTI dalam Memastikan Konektivitas
Indah menjelaskan bahwa BAKTI tidak hanya mengelola infrastruktur, tetapi juga memastikan pengawasan khusus terhadap program-program prioritas yang menggunakan jaringan digital. Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi menjadi pihak yang bertugas menjaga konsistensi dan kualitas layanan. “Kita ingin semua program bisa berjalan dengan mulus, tanpa hambatan teknis,” tambahnya.
Dengan meningkatkan koneksi internet di daerah 3T, BAKTI berharap bisa membuka peluang baru bagi masyarakat yang sebelumnya terisolasi. Hal ini juga diharapkan bisa mendorong partisipasi aktif warga dalam berbagai aspek kehidupan, seperti mengakses informasi penting, berkomunikasi secara efisien, dan menjalankan usaha secara digital. “BAKTI siap mendukung pemerintah dalam memberikan layanan yang merata, baik secara regional maupun nasional,” pungkas Indah.
Konektivitas digital yang diperkuat oleh SATRIA 1 serta berbagai program yang dijalankan BAKTI Kemkomdigi menunjukkan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Peningkatan infrastruktur ini juga bertujuan membangun ekonomi lokal dan memperluas akses pendidikan, yang merupakan dua aspek utama dalam pembangunan nasional. Dengan 266 titik operasional SR dan 20.000-30.000 koperasi yang ditargetkan untuk KDMP, BAKTI terus menjadi mitra