Sinner mundur dari US Open

2 days ago  ·  4 min read
By Jennifer Moore - pemandanganindah.com

Jannik Sinner Absen dari US Open 2026, Lutut Kanan Jadi Penghalang

Pemandanganindah.com – Petenis peringkat satu dunia Jannik Sinner dipastikan tidak akan menginjak lapangan hard court New York pada akhir Agustus ini. Cedera pada lutut kanan yang ia derita dalam beberapa pekan terakhir memaksa sang petenis Italia menarik diri dari turnamen Grand Slam US Open 2026. Keputusan tersebut menjadi momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam karier Sinner di level major: untuk pertama kalinya sejak debutnya di ajang Grand Slam pada US Open 2019, ia melewatkan satu turnamen besar secara utuh.

Keputusan Sulit Setelah Proses Pemulihan Berjalan

Sinner menjelaskan bahwa dirinya dan staf pendukung telah berupaya maksimal agar ia bisa tampil di Flushing Meadows. Namun, hasil evaluasi medis menunjukkan bahwa kondisi sendi lutut kanannya belum mencapai tingkat keamanan yang diperlukan untuk menjalani tekanan kompetisi level tertinggi.

“Saya dan tim telah bekerja keras, bersama tim medis, tetapi kami kini harus mengambil keputusan sulit bahwa saya tidak akan dapat tampil di US Open tahun ini.”

Menjelang pengumuman resmi, Sinner sempat kembali ke lapangan latihan di Monte Carlo selama beberapa hari. Tujuannya bukan untuk bertanding, melainkan untuk memantau respons tubuh terhadap aktivitas ringan dan mengukur sejauh mana sendi lutut kanan mampu menahan beban. Hasil observasi tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa waktu pemulihan masih belum terpenuhi.

Emosi di Balik Ketidakhadiran

Bagi Sinner, absennya dari turnamen New York bukan sekadar soal kalender kompetisi. Kota tersebut memiliki ikatan emosional tersendiri baginya, mengingat pengalaman bermain di hadapan puluhan ribu penonton di Arthur Ashe Stadium selalu ia anggap istimewa.

“Saya tentu sangat sedih dan kecewa karena New York memiliki tempat khusus di hati saya. Saya sangat menantikan untuk kembali dan bermain dalam atmosfer luar biasa di hadapan para penggemar di sana.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh petenis berusia 25 tahun itu pada Sabtu, menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukan pilihan strategis melainkan konsekuensi langsung dari kondisi fisik yang belum pulih.

Musim 2026 yang Nyaris Sempurna

Ketidakhadiran Sinner di US Open 2026 terjadi di tengah musim yang secara statistik luar biasa. Sepanjang tahun berjalan, ia telah mengoleksi enam gelar turnamen dan mencatat rasio kemenangan 44-3. Dominasinya paling mencolok terlihat di kategori ATP Masters 1000: dari lima turnamen Masters 1000 pertama yang terselenggara musim ini—Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma—semuanya ia menangkan tanpa terkecuali.

Puncak performa musim ini tercapai di Wimbledon, tempat Sinner merebut gelar Grand Slam kelima sekaligus gelar major pertamanya di All England Club. Jalannya menuju trofi tidak tanpa hambatan di awal: pada laga pembuka ia harus berjuang lima set melawan Miomir Kecmanovic. Namun setelah melewati rintangan tersebut, Sinner tidak lagi kehilangan satu set pun hingga mencapai partai final.

Di puncak turnamen, ia menghadapi Alexander Zverev, juara Roland Garros yang sedang dalam performa tajam. Sinner berhasil mengatasi perlawanan Zverev dalam empat set untuk mengunci gelar Wimbledon 2026.

Rekam Jejak di US Open

Bagi Sinner, US Open bukan turnamen asing. Ia pernah mengangkat trofi Flushing Meadows pada edisi 2024, menandai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Pada musim 2025, ia kembali menembus final sebelum harus mengakui keunggulan Carlos Alcaraz dalam pertarungan empat set yang berlangsung ketat. Dengan demikian, ketidakhadiran tahun ini memutus rantai dua tahun berturut-turut di mana ia menjadi finalis atau juara di New York.

Rencana Pemulihan dan Target Kembali

Setelah resmi mundur dari US Open, Sinner tidak akan terbang ke Amerika Serikat. Ia memilih tetap berada di Eropa untuk melanjutkan program rehabilitasi bersama tim medis dan tim performa pribadinya. Pendekatan ini memungkinkan pengawasan ketat terhadap progres pemulihan tanpa tekanan perjalanan jauh dan perbedaan zona waktu.

Target kembalinya ke lapangan kompetitif diarahkan pada rangkaian turnamen Asia yang dijadwalkan berlangsung pada September. Turnamen di Beijing dan Shanghai disebut sebagai kandidat utama untuk laga comeback-nya, tergantung pada respons tubuh terhadap program latihan bertahap.

Konteks Jadwal

Babak utama US Open 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada Minggu, 30 Agustus. Tanpa kehadiran Sinner, peta persaingan di Flushing Meadows terbuka lebar bagi para petenis peringkat atas lainnya yang selama musim ini berada di bayang-bayang dominasi sang petenis Italia. Bagi penggemar tenis di seluruh dunia, musim 2026 yang seharusnya menjadi pertarungan dua kutub antara Sinner dan rival-rival utamanya kini memasuki fase yang belum pernah terjadi: satu kutub absen, dan seluruh dinamika kompetisi berubah arah.

Frequently Asked Questions

What is Sinner mundur dari US Open?

Sinner mundur dari US Open is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sinner mundur dari US Open matter?

Sinner mundur dari US Open matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Rifqi Fitriadi juarai ITF M15 Maanshan

Petenis tunggal putra Indonesia Muhammad Rifqi Fitriadi kembali membuktikan ketangguhannya di lapangan dengan merebut gelar juara turnamen ITF M15 Maanshan